Akal Bulus Pembunuh Pedagang Sayur di Kubu Raya, Ikut Pemulasaran Korban

"...Dan (setelah korban ditemukan meninggal), seolah-olah pelaku ikut membantu proses pemulasaran jenazah korban,"

Bangun Santoso
Kamis, 11 Februari 2021 | 07:34 WIB
Akal Bulus Pembunuh Pedagang Sayur di Kubu Raya, Ikut Pemulasaran Korban
Pelaku pembunuhan pedagang sayur keliling di Kubu Raya. (Foto: Dok. Humas Polda Kalbar)

Pelaku menghabisi nyawa korban dengan dua jenis senjata tajam yang sehari-harinya digunakan untuk bekerja. Pelaku pada hari pembunuhan itu memang menunggu korban yang setiap harinya melewati Jalan Parit Mas, Desa Madusari, Sungai Raya.

"Alat-alat yang digunakan pelaku dua jenis senjata tajam. Ini cocok dengan perlukaan yang kita temukan di tubuh korban. Yakni bagian belakang dan pelipis. Kemudian alat kedua digunakan untuk melukai bagian kepala korban," beber Yani.

Selain itu, saking jengkelnya, pelaku juga merusak sepeda yang digunakan korban untuk berjualan sayur keliling kampung.

"Setelah sinkron semua barang bukti dan saksi, akhirnya kasus ini terungkap," kata Yani.

Baca Juga:Penjual Sayur di Serang Diduga Dibunuh, Ada Bukti Bekas Cekikan di Leher

Kepada polisi, SA mengaku melakukan pembunuhan tersebut karena sakit hati kepada korban yang telah menghinanya saat menagih utang.

Karena hinaan itu, membuat SA merasa sakit hati dan merencanakan pembunuhan. SA menunggu korban di Jalan Parit Mas. Jalan yang setiap hari dilewati korban saat berjualan sayur ke kampung-kampung.

Pada saat korban hendak pulang ke rumahnya, SA menunggu di pertengah hutan jalan tersebut. Saat bertemu korban, SA langsung melakukan aksinya dengan cara memukul.

Korban saat itu lari ke dalam hutan. Pada saat korban masuk ke dalam hutan sagu, SA langsung membunuh korban menggunakan dua jenis senjata tajam.

Kemudian, SA menutupi jasad korban yang ada di parit dalam hutan itu dengan daun sagu kering. SA langsung membuang barang-barang milik korban ke dalam hutan.

Baca Juga:Misteri Kematian Marsah, Ditemukan Mengambang Dengan Luka Mengenaskan

Jasad korban pertama kali ditemukan anaknya, Andriyadi, pada Minggu (7/2/2021) siang. Awalnya, pria 27 tahun curiga ketika ibunya belum pulang sedari menjual sayur dari Pasar Ambangah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini