Sampai ada dibuatkan satu LSM yang baru untuk melaporkan dia ke DPRD dan demo ke kantor polisi.
"Intinya, aksi itu untuk mengagalkan saya mendapat partai untuk maju sebagai wali kota. Saya pikir justru semakin ditantang kita ingin membuktikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah kita semua sama tidak memandang suku, sesuai UUD 1945," ucapnya.
Data yang dihimpun SuaraKalbar,id, Tjhai Chui Mie pernah menjadi relawan di Yayasan Tzu Chi pada 2010. Kemudian menjadi Ketua Tim Sukses Pilgub Kalbar 2012 pasangan Cornelis-Christiandy, menjadi Dewan Kehormatan Yayasan Setia Negara, Serpong pada 2014.
Pernah juga sebagai Biro Penggerak Relawan Tim Sukses Pilpres 2014 Pasangan Jokowi-JK. Menjabat Ketua DPRD Kota Singkawang pada 2009-2014. Periode selanjutnya sebagai anggota DPRD Kota Singkawang.
Baca Juga:Jarang Terlihat, Chu Nyuk Jan Ditemukan Tewas di Kamar Kos Singkawang
Sembari itu, ia menjabat sebagai Ketua Majelis Tao Indonesia (MTI) dan Ketua Perkumpulan Hakka Singkawang.
Prestasi yang diukir ibu tujuh anak ini salah satunya adalah menciptakan Singkawang menjadi kota paling toleran untuk kedua kalinya. Meski begitu, ia mengaku masih banyak yang harus dituntaskannya di akhir masa jabatan.
"Saya ingin membangun Kota Singkawang tanpa jalan rusak, lalu tidak terjadi banjir. Kita juga punya impian memiliki bandara. Karena kota maju itu harus didukung infrastruktur baik. Bangun daerah itu sama dengan tubuh manusia. Kalau peredaran darah baik, maka akan segar. Sama dengan kota maju, harus didukung infrastruktur," tutupnya.
Itulah profil Tjhai Chui Mie, wali kota Singkawang.
Kontributor : Ocsya Ade CP
Baca Juga:Cerita Petugas Buru 2 Harimau Lepas dari Sinka Zoo, 36 Jam Tak Tidur