“Informasi yang kami kumpulkan pelaku ini merupakan residivis spesialis jambret. Untuk melakukan penangkapan, kami memancing pelaku untuk bertemu,” ujarnya seperti dikutip dari Kanalkalimantan.com (jaringan Suara.com).
Terduga pelaku F berhasil diamankan. Delalui pengakuannya, petugas akhirnya kembali mendapati keberadaan satu pelaku lainnya yakni L.
Petugas langsung meringkus L di tempat dimana ia berkerja di sebuah tambak.
"Kami berhasil menangkap kedua pelaku dan kemudian dibawa ke Mapolres Banjarbaru untuk selanjutnya diproses lebih lanjut. Kami juga mengamankan barang bukti yang cukup banyak hasil tindak kejahatan mereka, mulai dari tas, handphone, dompet hingga buku tabungan,” beber Iptu Matinus.
Baca Juga:Diamuk Warga, Penjambret HP Lansia di Jalan MPR Nyaris Dibakar
Kepada polisi, kedua pelaku mengakui bahwa mereka memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksi jambret.
Saat beraksi F betugas sebagai joki (pengendara) motor, sedangkan L yang berada di belakang betugas merampas tas atau barang milik para korban.
“Target sasarannya adalah para wanita. Modusnya setelah menarik barang korban, pelaku melajukan motor dan kemudian bertukar tempat. Jadi F yang awalnya menjadi joki bertukar tempat ke belakang. Ini agar para korban tidak mengenali mereka," ungkapnya.
Menurut pengakuan mereka, tercatat lokasi kejadiannya tersebar di 21 titik di Banjarbaru.
"Selain itu keduanya juga pernah melancarkan aksinya di wilayah kota Banjarmasin sebanyak lima kali dan di wilayah kabupaten Banjarbaru sebanyak satu kali. Artinya total kasus jambret ada sebanyak 27 kali," pungkas Martinus.
Baca Juga:Aksi Terekam CCTV, Penjambret Tas Wanita Pekanbaru Diciduk di Rumah