alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Singgung UAS, Gus Sahal: Menyalahkan Muslim Masuk Gereja Itu Picik

Husna Rahmayunita Rabu, 05 Mei 2021 | 07:54 WIB

Singgung UAS, Gus Sahal: Menyalahkan Muslim Masuk Gereja Itu Picik
Tangkapan layar Akhmad Sahal atau Gus Sahal. [YouTube/CokroTV]

Gus Sahal menyoroti perbedaan pandangan sejumlah pendakwah terkait hukum muslim masuk gereja.

SuaraKalbar.id - Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Akhmad Sahal atau Gus Sahal bukan suara terkait hukum muslim masuk gereja yang tengah ramai diperbincangkan.

Gus Sahal menyoroti perbedaan pandangan sejumlah pendakwah terkait hukum tersebut, termasuk dari Ustaz Abdul Somad (UAS).

Melalui akun Twitter pribadinya @sahal_AS, Gus Sahal menyebut perbedaan pendapat antar ulama dalam hukum islam adalah sebuah hal biasa.

"Dalam hukum Islam, ulama beda pendapat itu biasa, termasuk tentang hukum masuk gereja," ujarnya seperti dikutip SuaraKalbar.id, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Kiai Ini Persoalkan Gelar Gus di Depan Nama Gus Miftah

Meski begitu,menurutnya, lebih banyak ulama yang membolehkan muslim masuk ke gereja. Dia lantas mencontohkan sikap yang ditunjukkan Ali bin Abi Thalib.

"Ada yang haramkan, tapi banyak yngg bolehkan. Menantu Nabi Ali b Abi Talib pernah makan-makan di gereja. Nyante," sambungnya.

Cuitan Gus Sahal soal Gus Miftah masuk gereja.[Twitter/@sahal_AS]
Cuitan Gus Sahal soal Gus Miftah masuk gereja.[Twitter/@sahal_AS]

Lebih lanjut, Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika itu menyebut Ustaz Abdul Somad enggan masuk gereja merupakan hak pribadinya.

Namun, dia menolak keras apabila ada pihak menyalahkan orang muslim masuk gereja. Baginya tindakan tersebut tidak etis.

"Kalau UAS ga mau ke gereja, itu haknya. Tapi nyalahkan muslim ke gereja itu picik," pungkas Gus Sahal.

Baca Juga: Berbeda dengan Gus Miftah, UAS Sebut Masuk Rumah Ibadah Orang Lain Haram

Cuitan Gus Sahal itu merupakan tanggapan atas unggahan seorang warganet yang menyinggung soal pendapat UAS dan Gus Miftah.

Beda pendapat UAS dan Gus Miftah

Sebelumnya, Gus Miftah menuai pro kontra seuai membagikan momen saat pidato di Gereja Bethel Indonesia (GBI).

Sebagian menuding Gus Miftah mencampuradukkan agama, bahkan ada yang menghujatnya kafir hingga sesat.

Gus Miftah pun menjelaskan kalau kedatangannya di GBI, Penjaringan, Jakarta Utara pada 30 April 2021 lalu, bukan untuk mengisi ceramah atau terkait peribadatan melainkan untuk menyampaikan orasi kebangsaan.

Ia hadir di sana, untuk memenuhi undangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk peresmian gereja.

Di tengah ramainya kabar Gus Miftah, ceramah UAS soal hukum muslim masuk gereja diungkit.

Dalam video yang dibagikan kanal YouTube Ustaz Lovers, UAS menyampaikan haram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain.

"Haram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain, haram. Saya tak nonton filmnya sampai habis, tapi cuma trailer-nya aja. Tapi di dalam itu yang bisa saya komentari pertama masuk ke rumah ibadah," kata UAS.'

“Karena Nabi tak mau masuk ke dalam tempat… kalau di dalam itu ada patung berhala. Maka dalam Islam, mazhab syafii mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah di dalamnya ada berhala," sambungnya.

Beda pendapat antara UAS dan Gus Miftah soal hukum muslim masuk gereja ini lantas menjadi perbincangan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait