Mereka menyusuri pantai Asia Timur dan kembali ke China melewati Kalimantan bagian barat dan Filipina. Beberapa dari mereka pun menetap dan membuat distrik-distrik di Kalimantan Barat, termasuk di Pontianak.
Kedatangan orang Tiongkok ke Kalimantan Barat pada abad ke-18 disebabkan oleh paksaan dari pekerjaan menjadi buruh tambang dan perkebunan.
![Warga Tionghoa menyajikan beragam menu buka puasa gratis untuk umat muslim ditengah guyuran hujan deras di Wihara Dharma Bakti alias Klenteng Kim Tek Ie, Jakarta, Kamis (8/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/05/09/53609-warga-tionghoa-bagikan-buka-puasa.jpg)
Sebagian dari mereka datang langsung dari Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan. Sementara itu, sebagian lain berasal dari Provinsi Fujian dan termasuk dalam suku Hokkien. Bahasa sehari-hari yang mereka gunakan adalah Hakka, Teochio, Kanton, dan Hainan.
Sejak tahun 1881, Pontianak memang menjadi tempat transit para pedagang Tiongkok. Mereka menyebar ke daerah pedalaman. Dua etnis besar yang ada di Pontianak adalah Teochiu dan Hakka.
Baca Juga:Asal Usul Singkawang, Kota Subur Bernama San Keuw Jong, Kental dengan Budaya China
Namun, etnis terbesar yang berada di Pontianak adalah Teochiu yang menempati Pontianak bagian selatan. Sementara itu, ada sebagian pula Hakka di sana yang menempati bagian Utara Pontianak.
Namun, orang Tionghoa di Pontianak berbeda dengan orang Tionghoa di daerah lainnya. Mereka pedagang kecil, nelayan, pemilik toko, dan petani.
Beberapa di antaranya banyak yang hidup sederhana, bahkan cenderung miskin. Meski demikian, mereka bisa hidup berdampingan dengan suku-suku lain yang ada di sana, seperti suku Bugis dan suku Melayu.
Itulah asal usul Warga Pontianak dan sejarah Tionghoa di Kota Khatulistiwa.
Kontributor : Sekar Jati
Baca Juga:7 Fakta Menarik Li Ziqi, Youtuber Peraih Rekor, Dikritik Gegara Kimchi