Kebanyakan Saudara Kandung Picu Masalah Jantung pada Anak Sulung, Kok Bisa?

Anak sulung yang punya banyak saudara kandung dikaitkan dengan peningkatakan risiko masalah jantung.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Sabtu, 29 Mei 2021 | 07:35 WIB
Kebanyakan Saudara Kandung Picu Masalah Jantung pada Anak Sulung, Kok Bisa?
Ilustrasi keluarga banyak anak. (Shutterstock)

SuaraKalbar.id - Sebuah studi dari Swedia menyebutkan bahwa anak sulung punya risiko serangan jantung dan stroke lebih rendah daripada saudara mereka. Hanya saja, jika anak pertama mempunyai banyak saudara, kondisi itu justru dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah jantung

Melansir dari Medicinenet, para peneliti mengumpulkan data dari register nasional tentang masalah jantung fatal, nonfasal dan stroke yang terjadi selama 25 tahun. Mereka mengakses data pada lebih dari 2,6 juta orang dewasa yang lahir tahun 1932-1960. Peserta penelitian berusia antara usia 30 dan 58 tahun di 1990.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa anak pertama memiliki risiko lebih rendah dari peristiwa kardiovaskular nonfatal dan koroner ketimbang saudara kandung yang lahir setelahnya. 

Namun, anak pertama punya risiko kematian yang lebih tinggi daripada saudara kandung kedua dan ketiga. Disebutkan pula bahwa wanita kelahiran pertama memiliki risiko kematian yang lebih tinggi daripada saudara kandung kedua, tetapi sama dengan saudara kandung selanjutnya.

Baca Juga:CDC Selidiki Masalah Jantung Langka setelah Vaksin Covid-19 pada Anak

Kesehatan jantung. (Shutterstock)

Ketimbang pria tanpa saudara kandung, pria dengan 1-2 saudara kandung punya risiko serangan jantung dan stroke lebih rendah, sedangkan mereka yang mempunyai empat atau lebih saudara kandung memiliki risiko yang lebih tinggi. 

"Lebih banyak penelitian diperlukan untuk memahami hubungan antara nomor saudara dan pangkat dengan hasil kesehatan," ungkap peneliti yang dipimpin Peter Nilsson dari Lund University di Malmö. 

Dia menambahkan, "Penelitian di masa depan mesti diarahkan untuk menemukan mekanisme biologis atau sosial yang menghubungkan status pertama kali dilahirkan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskula."

Penelitian ini telah diterbitkan di BMJ Open. Namun, penelitian ini adalah studi observasional sehingga tak dapat menunjukkan sebab akibat. 

Baca Juga:AS Laporkan Efek Samping Masalah Jantung Usai Vaksinasi, Berbahayakah?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini