Ketika ia dan rombongannya membuka lahan untuk dijadikan kasultanan, ia pun mendirikan masjid sebagai penanda kekuasaannya.
Namun, awalnya, masjid yang berdiri hanya beratapkan rumbia dan berbentuk langgar sederhana.
Setelah itu, pembangunan masjid pun beberapa kali disempurnakan oleh keturunan yang sekaligus menjadi penerus Kerajaan Pontianak.
2. Terletak di lokasi yang tidak biasa
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat Hari Ini, Senin 31 Mei 2021
Biasanya, masjid berdiri di pusat kota atau pusat pemerintahan. Namun, hal ini tidak berlaku pada Masjid Jami.
Berbeda dengan masjid gede pada umumnya, oleh karena letaknya dekat dengan Sungai Kapuas, di sebelah kiri masjid berdiri riuhnya pasar ikan tradisional.
Di bagian masjid, terdapat permukiman padat penduduk Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis.
Sementara itu, di arah barat, terhampar pemandangan sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas.
![Sejumlah umat Islam berjalan keluar dari Masjid Jami Sultan Abdurrahman usai menunaikan shalat jumat di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (8/5). [ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/05/08/69654-masjid-jami-pontianak.jpg)
Oleh karena letaknya yang berada di pinggir sungai, pengunjung Masjid Jami juga bisa ke sana melalui jalur air menggunakan speedboat atau sampan.
Baca Juga:Atlet Panjat Tebing Kalbar Pecahkan Rekor Dunia, Ini Sosok Veddriq Leonardo
3. Arsitektur unik