“Berapa lama, ya? Ya, hanya sebentar. Mungkin sekitar 15 tahun. Alunan puji-pujian yang memenuhi relung kami,” ujar Ghaza.
Namun, lanjutnya, sang ibu tetap menerima dan bersabar atas perlakuan seperti itu.
"Begitulah Ibuku. Entah di sudut surga sebelah mana ia dilahirkan. Entah dimana ia menyembunyikan kedua sayapnya. Mengalah, mengalah, dan mengalah. Selalu mengalah. Itulah pilihannya," tulis Ghaza.
Ghaza tak kuasa melihat penderitaan yang dialami sang ibunda selama menjadi istri Aa Gym
Baca Juga:Aa Gym ke Teh Ninih : Kamu Musyrik, Munafik, Menuhankan Makhluk
Karenanya, dia mengatakan sudah seharusnya penderitaan Teh Ninih berhenti. Sekarang, saatnya untuk bahagia, meski dalam situasi berbeda.
"Rasanya, cukup bagiku penderitaanmu. Sudah waktunya bagimu untuk tersenyum. Sudah cukup tangisanmu. Cukup, waktunya bahagia. Meskipun tidak bersama-sama," tandasnya.