Mitos Kuyang, Hantu Menyeramkan Peneror Ibu Hamil di Kalimantan

Kuyang pernah diangkat ke layar lebar.

Husna Rahmayunita
Jum'at, 04 Juni 2021 | 17:51 WIB
Mitos Kuyang, Hantu Menyeramkan Peneror Ibu Hamil di Kalimantan
Ilustrasi - Hantu kuyang. (twitter/InfoMemeTwit)

SuaraKalbar.id - Mitos Kuyang, hantu meyeramkan peneror ibu hamil di Kalimantan. Kuyang juga disebut makhluk jadi-jadian.

Legenda kuyang merupakan kisah mistis yang mengemuka sampai sekarang. Banyak gambaran mengenai ciri-ciri hanyu kuyang.

Kemunculan kuyang beberapa waktu lalu sempat viral dan banyak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia di media sosial.

Hal ini disebabkan oleh beredarnya video yang digadang-gadang menampakkan sosok kuyang.

Baca Juga:Daerah di Kalimantan Ini Kekurangan Guru, Bisa Jadi Peluang!

Dalam video tersebut, hanya terlihat sosok putih, tetapi memang tidak dapat dipastikan apa. Meski demikian, banyak orang mengatakan bahwa itu adalah perwujudan kuyang.

Kuyang merupakan legenda yang sangat terkenal di Kalimantan. Hantu ini berwujud perempuan yang melepas kepalanya dan beberapa organ dalamnya dari tubuhnya.

Ia terbang dengan dengan jantung, hati, usus, dan ginjal. Biasanya, kalau ia berkeliaran di malam hari, akan ada cahaya merah atau api kecil mengikutinya.

Capture penampakan Kuyang. (capture Youtube)
Capture penampakan Kuyang. (capture Youtube)

Pada dasarnya, kuyang bukanlah hantu seperti kuntilanak atau yang lainnya. Ia adalah manusia yang masih hidup yang melakoni ilmu hitam.

Pada siang hari, ia akan menjadi warga pada umumnya dan membaur dengan masyarakat. Namun, pada malam hari, ia akan berkeliaran mencari mangsa untuk mengisap darah. Biasanya incarannya adalah ibu hamil atau wanita yang habis melahirkan dan bayi.

Baca Juga:Satu Minggu Jelang Pemungutan Suara Ulang Gubernur Kalimantan Selatan, Polisi Lakukan Ini

Dipercaya ia memiliki dua taring seperti vampir. Ia pun kadang mengelabui manusia dengan berubah bentuk menjadi hewan tertentu, seperti burung atau kucing.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini