alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mensos Risma Diguncang Isu Rendahkan Rakyat Papua: Meresahkan Masyarakat Papua

Pebriansyah Ariefana Kamis, 15 Juli 2021 | 10:22 WIB

Mensos Risma Diguncang Isu Rendahkan Rakyat Papua: Meresahkan Masyarakat Papua
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan santuan kepada ibunda Bharatu (anumerta) I Komang Wira Natha yakni Ni Wayan Sujati di Balai RSPDF Budi Perkasa Palembang, Selasa (11/5). (ANTARA/Nova Wahyudi/21)

Koordinator Anti Rasisme, Michael Himan mengatakan, ucapan Risma mengenai hal tersebut adalah pernyataan yang provokatif, rasis, hingga diskriminatif.

SuaraKalbar.id - Menteri Sosial Tri Rismaharani atau Mensos Risma dituding rendahkan rakyat Papua. Hal itu dikritik koalisi masyarakat PapuaItuKita bersama Mahasiswa Papua se-Indonesia Anti Rasisme.

Mereka mengutuk keras atas pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharani yang mengancam akan memindahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak becus kerja ke Papua. Ucapan tersebut dinilai rasis dan diskriminatif terhadap rakyat Papua.

Koordinator Anti Rasisme, Michael Himan mengatakan, ucapan Risma mengenai hal tersebut adalah pernyataan yang provokatif, rasis, hingga diskriminatif.

Dalam konteks ini, Papua bukanlah tempat pembuangan manusia dan hal itu sangatlah merendahkan martabat rakyat Papua.

Baca Juga: 16 Tempat Usaha di Papua Terbakar, Pedagang Pinang Jadi Saksi

"Pernyataan tersebut terkesan merendahkan orang Papua dan meresahkan masyarakat Papua," ungkap pria yang akrab disapa Mike kepada Suara.com, Kamis (15/7/2021).

Atas hal itu, Mike meminta agar Risma meminta maaf dan memberi klarifikasi terkait pernyataannya tersebut. Jika pada akhirnya Risma tidak meminta maaf, maka Aliansi Anti Rasisme akan menempuh langkah sesuai konstitusi.

"Jika Mensos tidak mau meminta maaf dan melakukan klarifikasi secara langsung maka kami akan menempuh langkah-langkah sesuai konstitusi dan perundang-undangan, supaya ke depannya tidak terulang lagi," sambungnya.

Bagi Mike, siapa saja, baik itu pejabat maupun rakyat sipil, tidak boleh melakukan ujaran rasisme. Sebab, rakyat Papua khususnya, acapkali menjadi korban rasisme di Tanah Air.

"Rakyat papua selalu menjadi korban rasisme dan diskriminasi secara sistematis baik itu dilakukan oleh penyelenggara Negara maupun masyarakat indonesia bahkan beberapa media yang selalu merendahkan masyarakat papua," papar Mike.

Baca Juga: Retweet Kompilasi Video Risma Marah-marah, Fadli Zon Tulis Sindiran Menohok

Persoalan tersebut bermula saat sejumlah ASN Kemensos tidak ikut membantu memasak di dapur umum yang dibuat institusinya, saat berkunjung ke Balai Wyataguna Bandung pada Selasa (13/7/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait