alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Asal Usulnya

Husna Rahmayunita Rabu, 28 Juli 2021 | 10:50 WIB

5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Asal Usulnya
Senjata khas Kalimantan. (bidikan layar video Antara)

Kalimantan Barat memiliki beragam senjata tradisional yang memiliki jenis dan fungsi masing-masing.

3. Sipet

Warga Suku Dayak melaksanakan Upacara Memelas Pusaka Dayak di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat. (Antara/Jessica Helena Wuysang)
Warga Suku Dayak melaksanakan Upacara Memelas Pusaka Dayak di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat. (Antara/Jessica Helena Wuysang)

Sipet merupakan bahasa daerah untuk senjata tradisional yang cara penggunaannya ditiup. Senjata Sipet terdiri dari dua bagian, yaitu Sipet atau Selongsong yang terbuat dari bambu atau kayu berongga, sedangkan yang kedua adalah Demek atau anak sumpit .

Cara kerja senjata ini digunakan secara bersamaan, dengan jarak tembakkan mampu mencapai 200 meter. Senjata tradisional ini digunakan untuk berburu maupun dalam pertempuran terbuka atau sebagai senjata rahasia untuk pembunuhan secara diam-diam. Di dalam Sipet biasanya akan diisi racun yang berasal dari getah pohon ipuh, yang dikenal mematikan dan belum ditemukan penawarnya.

4. Lonjo

Baca Juga: 12 Lagu Daerah Kalimantan Barat, Lengkap Beserta Liriknya

Senjata tradisional suku Dayak adalah Lonjo, senjata ini berupa mata tombak yang terbuat dari besi dan dipasang atau diikat dengan menggunakan anyaman rotan dan bertangkai yang terbuat dari bambu atau kayu keras.

Sama halnya dengan Mandau dan Talawang, Lonjo juga dikeramatkan oleh orang Dayak. Semakin banyak nyawa yang dibunuh menggunakan Lonjo, akan semakin besar energi atau kekuatan pada sebuah Lonjo ini.

5. Dohong

Berasal dari suku Dayak Ngaju, senjata tradisional ini hampir serupa dengan keris yang dinamakan sebagai Dohong. Banyak masyrakat Dayak yang mempercayai senjata tradisional satu ini sebagai senjata tertua milik suku Dayak Ngaju.

Itulah sederet senjata tradisional Kalimantan Barat.

Baca Juga: Serapan Anggaran Covid-19 di Kalbar Masih Rendah, Diduga Ini Penyebabnya

Kontributor : Kiki Oktaliani

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait