Menurut warga, saat peristiwa itu terjadi, Dedi sedang di rumah sendirian dan dalam kondisi sakit. Istrinya Inur dan anaknya sedang pergi ke acara pernikahan.
"Jalan pun susah, kalau jalan seperti orang bungkuk. Leher Dedi tidak bisa menoleh bekas kecelakan beberapa tahun lalu. Ibarat diajak duel ia tidak bisa melawan," kata warga lainnya.
Sehari-hari Dedi sudah tidak bisa bekerja, karena kondisi tubuhnya tak mendukung. Istrinyalah yang menjadi tulang punggung keluarga.
"Istrinya bekerja sebagai pembungkus kerupuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," tambahnya
Baca Juga:Pelaku Pembunuhan Sadis di Cipeucang Ditangkap di Sawah, Ternyata Tetangga Korban
Rumah antara korban dan pelaku pembunuhan, hanya berjarak sekitar 50 meter. Tak disangka, pada Rabu (28/7/2021), Herlan tega menghabisi nyawa Dedi tanpa diketahui penyebabnya.
Seusai kejadian, Herlan melarikan diri sambil membawa parang yang diduga digunakan untuk membacok Dedy.
"Herlan lari ke arah perkebunan dan hutan, kami tidak berani mengejar," kata Utuk.
Pelaku sendiri diketahui seorang residivis yang pernah tersangkut hukum kasus pembunuhan. Dia pernah di penjara di Kabupaten Kotabaru.
"Dia asli orang Desa Gambah. Tapi memang suka meresahkan kalau habis minum-minum," kata warga.
Baca Juga:Pembunuhan Ketua MUI Labura Sudah Direncanakan, Ini Hukuman Buat Tersangka
Anggota Polres Hulu Sungai Tengah telah mendatangi TKP dan sedang melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan ini. Hingga Kamis (29/7), pelaku pembunuhan masih buron dan diburu pihak berwajib.