Salah satunya adalah melalui bidang sastra, selain sastra semasa kepemimpinan Kerajaan Kediri Raja Jayabaya juga berhasil melakukan beberapa ekspansi yang dapat ditunjukkan sebagai salah satu bentuk eksistensinya.
Besarnya wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri membuat banyak sekali asumsi yang menyebutkan bahwa kerajaan ini lebih berpengaruh dibandingkan dengan Kerajaan Sriwijaya. Beberapa daerah yang pernah diduduki oleh Kerajaan Kediri diantaranya adalah seluruh pulau Jawa, sebagian Sumatera, pantai Kalimantan dan Kerajaan Terntate.
Faktanya eksistensi Kerajaan Kediri tidak hanya santer terdengar di Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan salah satu tulisan yang ditulis oleh seseorang bernaman Khou Ku Fei yang juga seorang saudagar dari Tiongkok. Di dalam tulisannya ia menceritakan tentang karakteristika masyarakat Indonesia pada masa Kerajaan Kediri.
Nama Sri Jayabaya tertera dalam Kitab Baratayudha dan hingga sampai saat ini dikenal tentang ramalannya tentang Indonesia dalam Jangka Jayabaya.
Baca Juga:Temuan Ini Jadi Bukti Struktur Kuno di Brumbung Petirtaan Era Majapahit
- Karya Sastra Peninggalan Kerajaan Kediri
- Berikut adalah beberapa bukti peninggalan Kerajaan Kediri yang berupa karya sastra:
- Kitab Bharatayudha karangan Mpu Tantular dan Mpu Panuluh
- Kitab Kresnayana karangan Mpu Tanakung
- Kitab Smaradahana karangan Mpu Monaguna
- Kitab Lubdaka karangan Mpu Tanakung
Selain berupa karya sastra kerajaan Kediri juga meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti yang tersebar di sekitaran pulau Jawa, diantaranya adalah:
- Prasasti Sirah Keting
- Prasasti Ngantang
- Prasasti Jaring
- Prasasti Kamulan
- Prasasti Jepun
- Candi Penataran
- Candi Tondowongso
- Candi Gurah
(Dhea Alif Fatikha)