alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Pelajar SMA di Sukadana yang Isi Waktu Senggang Sekolah dengan Menjadi Ojek Online

Chandra Iswinarno Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Kisah Pelajar SMA di Sukadana yang Isi Waktu Senggang Sekolah dengan Menjadi Ojek Online
Pelajar SMA N 1 Sukadana Hendri Saputra saat mengantarkan pesanan barang milik warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. [Insidepontianak/Fauzi]

Pelajar SMA Negeri 1 Sukadana ini mengisi waktu luang pembelajaran jarak jauh dengan menjadi tukang ojek online independen.

SuaraKalbar.id - Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan pemerintah kepada sekolah selama masa Pandemi Covid-19 secara otomatis membuat pelajar memiliki waktu yang lebih luang dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM).

Untuk memanfaatkan waktu luang tersebut, pelajar SMAN 1 Sukadana Kabupaten Kayong Utara pun berinisiasi mengisinya dengan menjadi pengendara ojek pangkalan.

Adalah Hendri Saputra yang kemudian memilih untuk mengisi waktu luang di sela pembelajaran dari rumah yang diterapkan dalam kurun waktu dua tahun belakangan.

“Tak malu, yang penting halal. Orang tua pun tidak mempermasalahkan saya ngojek. Selama tak ganggu jam belajar. Karena sekarang belajar masuk jam 7 pagi sampai jam 9 saja,” ungkap siswa kelas 10 seperti dikutip Insidepontianak.com-jaringan Suara.com pada Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Telat Datang ke Kampus, Perjalanan Wanita ini Terganggu Hewan Tak Terduga

Dalam sehari ngojek, Hendri mengaku mendapat penghasilan bersih hingga Rp 30 ribu. Penghasilannya dari mengojek itu biasanya digunakan untuk keperluannya sehari-hari, sehingga tak bebankan orang tua.

Dia menceritakan, biasanya orderan yang sering didapat hanya di sekitaran Kecamatan Sukadana. Order tersebut, biasanya membeli makanan dan mengantar barang. Sedangkan ojek orang sendiri masih sangat minim.

“Uang didapat untuk jajan saja, jadi tidak minta uang sama orang tua lagi,” tuturnya.

Selama mengojek, dia menceritakan ada jam-jam tertentu yang menjadi waktu padatnya orderan. Dia mengemukakan, bisa mulai dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 21.00, bahkan saat musim penghujan.

“Pagi sama malam yang banyak orang order. Cuma kalau pagi saya ndak ambil order karena sekolah. Kalau malam lumayan ramai, apa lagi kalau hujan, orang malas keluar,” timpalnya.

Baca Juga: Kisah Pilu Ibu dan Anak Tak Segera Ditolong usai Ditabrak Mobil, Aksi Ojol Ini Bikin Salut

Diceritakannya, ada pengalaman menarik selama bekerja menjadi ojek online. Saat itu, dia pernah mendapat orderan perempuan sedang mabuk. Lucunya, saking teler berat si penumpang itu kerap salah memberikan uang bayaran.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait