alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Uskup Samuel Oton Ajak Umat Katolik Berdoa Agar Banjir Sintang Segera Usai

Erick Tanjung Senin, 15 November 2021 | 00:05 WIB

Uskup Samuel Oton Ajak Umat Katolik Berdoa Agar Banjir Sintang Segera Usai
Ilustrasi--Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. [Dok.Insidepontianak.com]

Kita saling menguatkan, saling mendoakan, dan harapan kita sungguh agar bencana alam ini segera berlalu, kata Samuel.

SuaraKalbar.id - Uskup Keuskupan Sintang Mgr Samuel Oton Sidin mengajak seluruh umat Katolik untuk berdoa dengan hati yang berserah secara penuh kepada Tuhan di tengah bencana banjir yang melanda wilayah Sintang dan sejumlah daerah di Kalimantan Barat.

"Umat Katolik di Keuskupan Sintang, mari kita saling mendukung dalam kesulitan yang sedang kita hadapi saat ini. Kita saling menguatkan, saling mendoakan, dan harapan kita sungguh agar bencana alam ini segera berlalu," kata Samuel di Sintang Kalbar, Minggu (14/11/2021).

Ia mengatakan saat ini masyarakat sedang berada dalam keadaan yang sulit, yakni banjir d imana-mana. Banyak orang terdampak, kerugian tidak terhitung.

"Kita prihatin, saya merasa sedih dengan keadaan yang tidak menguntungkan ini," ujarnya.

Baca Juga: Fadli Zon Sentil Jokowi Soal Banjir Sintang, Gerindra Kebakaran Jenggot dan Minta Maaf

Meski pun demikian, Uskup mengatakan sebagai orang yang beriman, umat Katolik dan seluruh masyarakat yang dilanda bencana banjir harus tetap tabah menghadapi kenyataan.

"Tentu, kita tidak hanya berdoa, memang doa sangat penting sekali. Tetapi saya dan kita semua harus berusaha mengatasinya dengan cara kita masing-masing," katanya.

Uskup juga menyampaikan terima kasih, karena begitu banyak orang rela membantu, dengan harta benda yang mereka miliki, mereka bagikan kepada korban.

"Mudah-mudahan bantuan yang mengalir kepada masyarakat Sintang terkhususnya bagi umat Katolik, dapat meringankan penderitaan di tengah banjir besar yang melanda," tuturnya.

Ajakan Uskup Sintang tersebut juga telah disebarkan oleh Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Sintang melalui aplikasi percakapan WhatsApp, sejak Sabtu (13/11) .

Baca Juga: Nekat Menempuh Jalur Tikus Perbatasan Kalimantan Barat, Demi Bertemu Keluarga

Banjir di Kabupaten Sintang terjadi sejak 21 Oktober 2021, ribuan rumah dan masyarakat terdampak banjir hingga saat ini. Banjir juga melanda sejumlah kabupaten di wilayah Kalbar. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait