alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Cabai Rawit Meroket, Pemkot: Kebutuhan Cabai Rawit di Kota Pontianak 4 Ton Per Hari

Chandra Iswinarno Kamis, 09 Desember 2021 | 18:19 WIB

Harga Cabai Rawit Meroket, Pemkot: Kebutuhan Cabai Rawit di Kota Pontianak 4 Ton Per Hari
Pedagang sayur melayani pembeli cabai di Pasar Induk Rau Serang, Banten, Selasa (9/3/2021). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Kebutuhan cabai rawit di Kota Pontianak per hari menjadi empat ton.

SuaraKalbar.id - Naiknya harga cabai rawit di Pontianak menjadi perhatin khusus dari pemerintah kota (pemkot) setempat. Untuk diketahui, kebutuhan cabai rawit di Kota Pontianak per hari menjadi empat ton.

Menurut Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Pontianak Bintoro jumlah tersebut merupakan jumlah konsumsi harian.

“Itu untuk kebutuhan standar harian warga Pontianak,” katanya seperti dikutip Insidepontianak.com-jaringan Suara.com.

Meski begitu, untuk memenuhi konsumsi cabai rawit sehari-hari khusus di Kota Pontianak, pihaknya akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota penghasil komoditas tersebut, seperti Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Pontianak Terus Meroket, Pemkot Berharap Pasokan dari Lumajang

Selain daerah pengasil di kawasan Kalimantan, dia berharap distribusi dari daerah lain yang berada di Pulau Jawa.

“Mudah-mudahan cabai dari Lumajang sebagai daerah penghasil cabai bisa segera masuk ke Provinsi Kalbar sehingga diharapkan harga cabai bisa segera berangsur turun,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengemukakan, penyebab melonjaknya harga komoditas tersebut karena faktor cuaca, terutama banjir.

Selain itu, pihaknya sudah mengantisipasi hal dengan menjalankan program pusat maupun program daerah melalui gerakan tanam cabai.

Beberapa pemerintah kabupaten/kota sudah melakukan program gerakan tanam cabai. Meski begitu, dia juga mengungkapkan, ada beberapa wilayah lain yang masih aman dari banjir.

Baca Juga: Makin Pedas Tak Terkendali, Cabai Rawit di Pontianak Tembus Rp 150 Ribu Per Kilogram

“Tapi memang ada beberapa daerah-daerah datarannya agak tinggi sehingga tanaman cabe masih aman,” ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait