Kelenteng Tiga, Vihara Tertua di Pontianak Sejak 1829 Masehi, Dibangun dengan Pondasi Kayu Trembesi

Gunawan (80) menjelaskan, Kelenteng Tiga sudah berdiri sejak tahun 1829 masehi. Hal itu diketahui dari tulisan berbahasa Mandarin di gapura pintu masuk Klenteng tersebut.

Bella
Selasa, 01 Februari 2022 | 09:10 WIB
Kelenteng Tiga, Vihara Tertua di Pontianak Sejak 1829 Masehi, Dibangun dengan Pondasi Kayu Trembesi
Inilah bentuk dari Vihara Bodhisatva Metta yang disebut juga sebagai Kelenteng Tiga yang sudah berdiri ratusan tahun lamanya. (Suara.com/Rabiansyah)

Begitu banyak masyarakat Tionghoa Kalbar yang berjuang mati-matian demi keberlangsungan kelenteng kuno ini, dengan harapan dapat terus diwariskan turun temurun generasi demi generasi.

Gunawan menjelaskan juga bahwa di kelenteng tersebut, ada lonceng yang di namakan lonceng Pek Kong yang dibawa ke Pontianak pada tahun 1789 masehi.

Lonceng Pek Kong yang dibawa ke Pontianak pada tahun 1789 masehi./suara.com/Rabiansyah
Lonceng Pek Kong yang dibawa ke Pontianak pada tahun 1789 masehi./suara.com/Rabiansyah

Lonceng tersebut, akan dibunyikan oleh seorang petugas saat akan ada masyarakat yang berdoa di Kelenteng Tiga.

"Disini ada tiga tempat untuk orang sembahyang, yang pertama Tua Pek Kong, yang kedua Dewi Samudra, dan yang ketiga Putra Raja Na Ca, karena hal inilah Vihara Bodhisatva Metta dinamakan kelenteng tiga, karena memiliki 3 tempat sembahyang dan masing-masing berbeda tetapi masih dalam satu tujuan," terangnya.

Baca Juga:204 Personel Gabungan Amankan Perayaan Tahun Baru Imlek di Jakarta Selatan

Diluar area Vihara terdapat pelataran yang berfungsi sebagai terminal, untuk kendaraan bongkar muat bis dan kapal motor yang melayani rute dari Pontianak menuju ke luar Pontianak.

Kontributor : Rabiansyah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini