"Yang pertama adalah, ada beberapa wilayah yang dianggap stok kosong, padahal kita lihat dari kaca perdagangan mereka, mungkin dikeluarkan pagi malam sudah habis dan besok ada lagi, mungkin seperti itu," jelasnya.
Pihaknya akan terus melakukan kebijakan-kebijakan strategis dalam beruoaya melakukan kordinasi terhadap para distributor, produsen, maupun ke pelau-pelaku usaha lainnya
"Sehingga ini terus dilakukan untuk mendorong untuk penyaluran distribusi nya dengan harapan supaya tepat waktu dan tepat sasaran, karena kondisi saat ini sedang menghadapi unsur keagamaan, maka dari itu kita terus akan menjaga agar stok ini tetap aman," katanya.
Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan panic buying, karena hal tersebut merupakan salah satu faktor yang membuat kelangkaan minyak goreng terjadi.
"Hasil kita pertemuan bahwa Kalbar itu memiliki konsumsi per orang untuk perbulan sekitar 0,76 liter, sehingga stok saat ini kedepannya bakalan masih aman. Kalau di retail kan menggunakan struk, jadi bisa saja yang datang itu suami istri plus anak, mana kita tau kan sehingga tidak bisa dibatasi," tuturnya.
Dirinya dan stakeholder lainnya akan melakukan razia terhadap gudang-gudang yang memiliki kewenangan sebagai distributor,
"Nah sampai hari ini belum kita temukan, kita akan terus melakukan apabila terjadi penimbunan berdasarkan instruksi Gubernur, ini harus ditindak setegas tegasnya karena tidak layak," terangnya.
Pihaknya akan turun bersama dengan stakeholder lainnya untuk terus melakukan monitoring dan mengevaluasi terhadap ke stabilitasan harga dan ketersedian pangan.
Sementara itu, salah satu distributor minyak goreng Andreas Eko, mengatakan jika kelangkaan minyak goreng ini disebabkan oleh penyuplaian yang terbatas dari pabrik, maka dari itu distributor dibatasi untuk stok-stok minyak goreng tersebut.
Baca Juga:Soal Syarat Beli Minyak Goreng di Ritel Modern, Aprindo: Kita Tindak, Siapa Dia?
"Dalam 3 minggu terakhir kita hanya mendapatkan 2 mobil tangki yang setara dengan 15 ton lebih, biasanya kita bisa sampai 1 hari kita bisa 15 ton juga, tapi dalam 3 minggu ini kita hanya masih dapat 15 ton lebih, 3 minggu dibanding 1 hari makanya barang nya kurang," paparnya.