Pengrajin Tempe di Landak Ngeluh Harga Kedelai Naik, Kurangi Ukuran Penjual Gorengan Komplain

Diketahui, saat ini harga kedelai impor diangka Rp.12.500 per kilonya. Sementara sebelum adanya kenaikan harga, kedelai dihargai Rp.8.000-9.000 per kilonya.

Bella
Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:25 WIB
Pengrajin Tempe di Landak Ngeluh Harga Kedelai Naik, Kurangi Ukuran Penjual Gorengan Komplain
Pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu. [ANTARA]

SuaraKalbar.id - Pengrajin tempe di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar) mengeluh, tingginya harga kedelai sebagai bahan baku membuat tempe memaksa mereka harus berfikir keras untuk bisa tetap produsi ditengah harga yang bikin rugi.

Diketahui, saat ini harga kedelai impor diangka Rp.12.500 per kilonya. Sementara sebelum adanya kenaikan harga, kedelai dihargai Rp.8.000-9.000 per kilonya.

“Untuk harga kedelai bahan baku tempe dan tahu naik. Untuk ukuran kita perkecil sedikit. Kita mau naikan harga tempe payah, jadi untuk keuntungan tetap berkurang,” kata Munandar salah seorang Pengrajin Tempe di KM 2 Ngabang, melansir suarakalbar.co.id, jaringan suara.com, Jumat (4/3/2022).

Pengrajin tempe sejak tahun 2004 ini meminta kepada pemerintah, ada perhatian khusus baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terkait pengendalian harga kedelai.

Baca Juga:Harga Kedelai Mahal, Pengrajin Tahu Tempe di Balikpapan Kurangi Ukuran dan Panjang

Hal yang sama juga diungkapkan seorang pedagang tempe di Pasar Rakyat Ngabang, Agus.

Agus mengaku sempat mensiasati dengan mengurani ukuran tempe yang dijualnya, namun justru dikomplain oleh konsumen. Akhirnya dia memilih cara lain, yakni dengan meniadakan bonus.

“Awalnya timbangannya dikuranggi. Cuman ada klaim dari usaha gorengan katanya ngak bisa dipotong. Jadi kita tetapkan lagi ukuran seperti biasa. Harga tetap Rp.10.000 dapat 3 keping. Cuman bonus kita tiadakan, biasanya beli diatas Rp.40.000 ada bonus 1, tapi sekarang kita tiadakan,” katanya.



Baca Juga:Makin Mencekik Dompet Ibu-ibu, Harga Tahu Tempe Diprediksi Naik Hingga Mei 2022

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini