facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Oknum ASN di Nduga Miliki Ratusan Amunisi untuk OPM

Bella Kamis, 30 Juni 2022 | 17:54 WIB

Oknum ASN di Nduga Miliki Ratusan Amunisi untuk OPM
Ilustrasi amunisi - 85 butir amunisi yang ditemukan warga di tempat sampah di Kotaraja, Jayapura. (ANTARA/HO/Polresta Jayapura Kota)

Amunisi berjumlah 615 butir itu terdiri dari berbagai kaliber yang diduga akan dipasok ke Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM)

SuaraKalbar.id - Seorang ASN berinisial AM yang bertugas di Kabupaten Nduga, Rabu malam, di Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua, kedapatan memiliki ratusan butir amunisi dan satu senjata api rakitan.

Amunisi berjumlah 615 butir itu terdiri dari berbagai kaliber yang diduga akan dipasok ke Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya.

Saat ini ASN tersebut pun telah diamankan oleh pihak kepolisian. TPNPB-OPM

"Memang benar ada penangkapan terhadap seorang ASN dari Kabupaten Nduga yang diduga sebagai pemasok amunisi ke KKB Nduga," kata Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani di Jayapura, Kamis.

Baca Juga: ASN Pemasok Ratusan Butir Amunisi dan Senjata Rakitan ke OPM Ditangkap

Dia menjelaskan penangkapan yang dilakukan anggota Polres Yalimo berawal ketika mencurigai seorang masyarakat yang sedang mengendarai sepeda motor.

Saat dihentikan dan dilakukan pemeriksaan ternyata membawa 615 butir amunisi dengan berbagai kaliber serta sepucuk pistol FN rakitan.

AM saat ini sudah dibawa ke Wamena untuk diperiksa lebih lanjut karena yang bersangkutan masuk dalam jaringan kelompok TPNPB-OPM Nduga.

Penyidikan akan terus dilakukan guna mengungkap jaringan kelompok tersebut guna mengungkap asal amunisi tersebut.

Apalagi ada indikasi TPNPB-OPM kekurangan amunisi sehingga para penghubung kini mencari amunisi dan senjata api.

Baca Juga: OPM Sudah Bunuh 25 Orang di Papua Tahun Ini, Butuh Berapa Nyawa Lagi?

“Polisi belum mengetahui asal ratusan amunisi itu namun diduga berasal dari luar Kabupaten Yalimo yang dibeli seharga Rp200 ribu per butir” jelas Kombes Faizal. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait