Gibran Tarik Paksa Masker Paspampres yang Pukul Warga saat Minta Maaf, Netizen: Sangat Gak Pantas

Video permintaan maaf tersebut lantas viral dan juga dibagikan oleh akun @triwul82 di Twitter.

Denada S Putri
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:15 WIB
Gibran Tarik Paksa Masker Paspampres yang Pukul Warga saat Minta Maaf, Netizen: Sangat Gak Pantas
Gibran lepas paksa masker oknum Paspampres. [YouTube/Berita Surakarta]

SuaraKalbar.id - Beberapa waktu lalu, seorang paspamres viral di sosial media usai mobil paspampres yang melintas di jalan pertigaan Manahan, Solo, menyenggol kendaraan truk milik warga (9/8).

Setelah kejadian tersebut, paspamres yang berada di dalam mobil tersebut bukannya meminta maaf karena berusaha menyalip padahal tak dalam keadaan darurat, namun malah memukul dan menyita SIM milik supir truck.

Sang anak supir truk yang akhirnya mengetahui hal tersebut lantas mencoba memviralkan kejadian yang dialami oleh ayahnya ke akun Twitter @txtdrberseragam yang ternyata langsung ditanggapi oleh Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming.

Tak butuh waktu lama, Gibran kemudian menemukan oknum pelaku dari kejadian tersebut dan memerintahnya untuk melakukan permintaan maaf.

Baca Juga:Video Viral: Mukena Jadi Saksi Keinginan Seorang Ibu Ditolak sang Anak, Netizen Malah Berikan Pujian hingga Banjir Air Mata

Video permintaan maaf tersebut lantas viral dan juga dibagikan oleh akun @triwul82 di Twitter yang saat ini telah ditonton sebanyak 721 ribu kali hingga menyebabkan kata "Paspampres" menjadi trending topik.

Dalam video permintaan maaf terssebut, banyak netizen yang tampak salah fokus dengan sikap Gibran Rakabuming dalam memperlakukan oknum Paspampres.

Saat mulai menghadap awak media, terlihat Oknum Paspampres tersebut ditemani oleh seorang rekannya serta sosok Gibran yang terlihat agak jauh dibelakang, namun tak lama Gibran yang gampak geram maju ke depan dan menarik paksa masker yang dikenakan oleh Oknum Paspampres tersebut hingga memperlihatkan mukanya dengan jelas.

Hal tersebut ternyata cukup menjadi perbincangan hangat netizen di kolom komentar, banyak netizen tampak tak setuju terhadap sikap yang dilakukan oleh Gibran.

"Ketegasannya baik perlu di apresiasi tapi cara lepas maskernya sangat gak pantas mas Gibran. Kasihan dia apalagi sudah mengakui kesalahan dan ingin meminta maaf," tulis @udi****

Baca Juga:Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Edy Rahmayadi Harap Warga Sumut Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri

"Untuk pak Wali,marah boleh tapi tolong agak sedikit dikendalikan. Kasihan dia toh sudah mau minta maaf," ketik @fca****

News

Terkini

Menurut pelapor, dalam melakukan 'roasting' kepada korban, terlapor menggunakan kata yang kurang sopan. Atas kejadian tersebut korban merasa dicemarkan nama baiknya

News | 19:25 WIB

Kepada saudara ketua panitia pelaksana Abdul Haris, sebagai ketua pelaksana pertandingan tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup

News | 19:00 WIB

Vihara ini merupakan yang termegah di Kota Singkawang dan dipastikan akan menjadi destinasi wisata religi baru di kota ini

News | 18:28 WIB

kami mediasi dengan pihak majikan yang menahannya selama 17 tahun, dan pihak majikan tersebut juga telah membayar upahnya yang tidak pernah dibayar selama 17 tahun

News | 17:49 WIB

Sudah disampaikan pada saat apel lima jam sebelumnya. Jadi ini memang kami melihat ada tindakan preventif yang sudah dilakukan, dari internal kepolisian

News | 17:20 WIB

Banjir terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi, kami khawatir banjir semakin tinggi dan meluas jika kembali turun hujan

News | 16:46 WIB

Sudah kami konfirmasi Kapolres, bahwa tidak ada perintah untuk menutup pintu. Sehingga harapannya memang 15 menit (sebelum pertandingan usai) itu dibuka

News | 16:10 WIB

Tidak ada perintah dari kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan excessive dengan gas air mata, tidak ada

News | 15:50 WIB

Polisi indo terkenal karena prestasi (salah) Polisi indo terkenal karena arogansi (benar)

News | 14:58 WIB

Saya Prabowo Subianto Menteri Pertahan RI mengucapkan turut berdukacita dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban tragedi stadion Kanjuruhan, Malang

News | 13:54 WIB

Anggota Kodim 1510 Kepulauan Sula ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

News | 13:00 WIB

Tim pencari fakta diminta bekerja kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan. Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui

News | 12:23 WIB

Shalat Ghaib digelar untuk mendoakan korban meninggal dunia dan dapat dilaksanakan setelah shalat Jumat pada 7 Oktober 2022

News | 12:17 WIB

Beri kami waktu tiga pekan, kami akan selesaikan kasus ini, semua sama di mata hukum jadi tidak ada yang ditutup-tutupi. Saya mohon semua pihak bersabar

News | 11:47 WIB

Kehadiran seribuan lebih suporter Barito Putera itu untuk menyalakan lilin demi menyampaikan duka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur

News | 11:40 WIB
Tampilkan lebih banyak