Komnas HAM Memeriksa Dugaan Upaya Penghambatan Penegakan Hukum di TKP Duren Tiga Terkait Kematian Brigadir J

Agenda kami hari ini ke Duren Tiga, ke TKP untuk bersama-sama dengan Inafis dan Dokkes untuk mencek apa sebenarnya yang terjadi di sana

Bella
Senin, 15 Agustus 2022 | 14:51 WIB
Komnas HAM Memeriksa Dugaan Upaya Penghambatan Penegakan Hukum di TKP Duren Tiga Terkait Kematian Brigadir J
Mendiang Brigadir J (ist)

SuaraKalbar.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI akan memeriksa langsung terkait dugaan upaya penghambatan penegakan hukum (obstruction of justice) di tempat kejadian perkara (TKP) penembakan yang menewaskan Brigadir J yakni di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Agenda kami hari ini ke Duren Tiga, ke TKP untuk bersama-sama dengan Inafis dan Dokkes untuk mencek apa sebenarnya yang terjadi di sana," ujar Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Senin.

Menurut Anam, hal tersebut perlu dilakukan mengingat dari awal perkembangan kasus kematian Brigadir J, cukup banyak perubahan. Oleh karena itu, Komnas HAM sebagai salah satu lembaga yang dilibatkan ingin memastikan langsung di TKP tewasnya Brigadir J.

Karena, lanjut Anam, pada saat permintaan keterangan dengan Pusdokkes, tim siber dan uji balistik kuat dugaan terjadi obstruction of justice di TKP.

Baca Juga:Kabareskrim Ungkap Tidak Ada Pelecehan Terhadap Istri Ferdy Sambo di Rumah Dinas

"Komnas HAM ingin melihat apakah salah satu poin-nya terjadi obstruction of justice di TKP," katanya.

Dirinya mengungkapkan semua keterangan yang didapatkan dan relevan dengan di TKP, akan dicocokkan oleh Komnas HAM. Hal itu berguna untuk melihat apakah terjadi obstruction of justice atau tidak.

Sebagai tambahan informasi, pengecekan indikasi obstruction of justice awalnya akan dilakukan oleh Komnas HAM pukul 10.30 WIB. Namun, karena adanya sesuatu hal, agenda tersebut diundur menjadi pukul 15.00 WIB.

Selain Anam, Komisioner Beka Ulung Hapsara dan beberapa personel Komnas HAM lainnya akan datang langsung ke Komplek Polri Duren Tiga. Sementara, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik diketahui berhalangan hadir. (Antara)

Baca Juga:Sifat Polwan Cantik AKP Rita Yuliana "Ditelanjangi" Orang Dekat, Singgung Selingkuhan Ferdy Sambo? Pertama Kenal Saat Nyanyi di Istana Negara Jogja

News

Terkini

Hati-hati semua. Sekarang banyak kasus penculikan anak. Dapat video dari grup whatsapp. Mereka sayat anak itu hidup2 untuk diambil organ dalamny

News | 16:53 WIB

Kalau dibilang saya sakti, perasaan saya juga gak pernah bilang kalau saya itu sakti

News | 15:07 WIB

Nyari istri sama pacar itu kan beda. Kembali lagi, kalau menikah itu yang lu cari apa? Ya pasti yang lu cari adalah orang yang bisa mengerti lu dan menemani hari-hari lu

Lifestyle | 13:51 WIB

Maju di saat yang gak tepat, pas disuruh mundur gak mau

News | 13:32 WIB

Temuan kami menunjukkan minum kopi dalam jumlah cukup dapat dinikmati sebagai perilaku yang menyehatkan jantung

News | 11:50 WIB

Pada saat ke dapur dengan tujuan untuk mengambil pelita, Yulianto melihat api sudah menjalar di dapur rumahnya yang sebagian bermaterial kayu itu.

News | 10:09 WIB

Kerugian (terbesar) sepanjang sejarah, belum ada kerugian Rp106 triliun yang dialami oleh masyarakat Indonesia,

News | 08:00 WIB

12 mahasiswa tersebut adalah penerima beasiswa yang tidak berhak atau tidak memenuhi syarat sebagai penerima

News | 21:02 WIB

Setelah mekarnya dua desa di Kecamatan Subah, yakni Desa Sapak Hulu Trans dan Desa Argapura, maka Kabupaten Sambas yang sebelumnya ada 163 desa sekarang menjadi 165 desa

News | 20:52 WIB

Febri Diansyah menegaskan bahwa pendampingan hukum untuk kliennya itu akan dilakukan secara objektif.

News | 20:44 WIB

Kecurigaan adanya pencurian menguat, setelah para staf melihat bekas congkelan di jendela depan kantor. Mereka pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Sekadau.

News | 20:23 WIB

Kalau kepolisian tidak proaktif dalam kasus ini, kecurigaan publik kepada polisi makin tinggi

News | 20:02 WIB

Tiba- tiba pohon Mahoni yang berada di sebelah kanan jalan menimpa atap kendaraan milik korban

News | 19:35 WIB

Aestika Oryza Gunarto meminta nasabah BRI untuk selalu waspada.

News | 19:30 WIB

Video yang diunggah netizen di TikTok itu memperlihatkan ruangan berisi sofa serta televisi. Selain itu ada dua kamar yang berisi tempat tidur berukuran besar

News | 19:04 WIB
Tampilkan lebih banyak