Timsus Fokus Selesaikan Berkas Perkara Kasus Brigadir J untuk Segera Dilimpahkan ke JPU

Timsus fokus penyelesaian berkas perkara untuk segera dapat dilimpahkan ke JPU

Bella
Senin, 15 Agustus 2022 | 15:23 WIB
Timsus Fokus Selesaikan Berkas Perkara Kasus Brigadir J untuk Segera Dilimpahkan ke JPU
Sejumlah orang mengangkat peti jenazah almarhum Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J saat pembongkaran makam di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan]

SuaraKalbar.id - Tim Khusus yang menangani kasus penembakan Brigadir J saat ini sedang bekerja keras untuk dapat secepat mungkin menyelesaikan berkas perkara agar bisa segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

“Timsus fokus penyelesaian berkas perkara untuk segera dapat dilimpahkan ke JPU,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin.

Dalam kasus ini, empat orang terlah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal atau Bripka RR dan Kuat Maaruf atau KM (sopir/ART).

Atas keterlibatannya, keempat tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati, atau pidana penjara seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.

Baca Juga:Istri Ferdy Sambo Akan Dilaporkan Keluarga Brigadir J Atas Dugaan Laporan Palsu

Selain menetapkan empat tersangka, tim inspektorat khusus (Itsus) juga telah menetapkan 31 orang personel Polri melanggar prosedur dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Pol. Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dari 31 orang tersebut, sebanyak 16 orang perwira Polri ditempatkan di tempat khusus, yakni enam orang di Patsus Provost Mabes Polri dan 10 orang di Patsus Mako Brimob, Kelapa Dua Depok.

Adapun anggota Polri yang terlibat pelanggaran prosedur penanganan TKP Duren Tiga juga diperiksa secara intensif terkait dugaan pelanggaran tindak pidana dalam upaya penghambatan penegakan hukum (obstraction of justice) seperti perusakan tempat kejadian perkara, pengaburan cerita, dan lainnya. (Antara)

News

Terkini

Hati-hati semua. Sekarang banyak kasus penculikan anak. Dapat video dari grup whatsapp. Mereka sayat anak itu hidup2 untuk diambil organ dalamny

News | 16:53 WIB

Kalau dibilang saya sakti, perasaan saya juga gak pernah bilang kalau saya itu sakti

News | 15:07 WIB

Nyari istri sama pacar itu kan beda. Kembali lagi, kalau menikah itu yang lu cari apa? Ya pasti yang lu cari adalah orang yang bisa mengerti lu dan menemani hari-hari lu

Lifestyle | 13:51 WIB

Maju di saat yang gak tepat, pas disuruh mundur gak mau

News | 13:32 WIB

Temuan kami menunjukkan minum kopi dalam jumlah cukup dapat dinikmati sebagai perilaku yang menyehatkan jantung

News | 11:50 WIB

Pada saat ke dapur dengan tujuan untuk mengambil pelita, Yulianto melihat api sudah menjalar di dapur rumahnya yang sebagian bermaterial kayu itu.

News | 10:09 WIB

Kerugian (terbesar) sepanjang sejarah, belum ada kerugian Rp106 triliun yang dialami oleh masyarakat Indonesia,

News | 08:00 WIB

12 mahasiswa tersebut adalah penerima beasiswa yang tidak berhak atau tidak memenuhi syarat sebagai penerima

News | 21:02 WIB

Setelah mekarnya dua desa di Kecamatan Subah, yakni Desa Sapak Hulu Trans dan Desa Argapura, maka Kabupaten Sambas yang sebelumnya ada 163 desa sekarang menjadi 165 desa

News | 20:52 WIB

Febri Diansyah menegaskan bahwa pendampingan hukum untuk kliennya itu akan dilakukan secara objektif.

News | 20:44 WIB

Kecurigaan adanya pencurian menguat, setelah para staf melihat bekas congkelan di jendela depan kantor. Mereka pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Sekadau.

News | 20:23 WIB

Kalau kepolisian tidak proaktif dalam kasus ini, kecurigaan publik kepada polisi makin tinggi

News | 20:02 WIB

Tiba- tiba pohon Mahoni yang berada di sebelah kanan jalan menimpa atap kendaraan milik korban

News | 19:35 WIB

Aestika Oryza Gunarto meminta nasabah BRI untuk selalu waspada.

News | 19:30 WIB

Video yang diunggah netizen di TikTok itu memperlihatkan ruangan berisi sofa serta televisi. Selain itu ada dua kamar yang berisi tempat tidur berukuran besar

News | 19:04 WIB
Tampilkan lebih banyak