Heboh Warga Monterado Bengkayang Temukan Mayat Membusuk dalam Rumah

Saksi yang juga merupakan tetangga korban mencium bau busuk yang menyengat, kemudian mencari sumber bau tersebut

Bella
Kamis, 22 September 2022 | 17:36 WIB
Heboh Warga Monterado Bengkayang Temukan Mayat Membusuk dalam Rumah
Petugas menunjukkan mayat yang telah membusuk di dalam rumah di Dusun Taepi Desa Monterado. (suarakalbar.co.id)

SuaraKalbar.id - Penemuan mayat yang sudah membusuk dalam rumah di Dusun Taepi Desa Monterado, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar) pada Kamis (22/9/2022) pagi membuat geger warga sekitar.

Mendapat informasi tersebut dari warga, Bhabinkamtibmas bersama pihak-pihak terkait mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.

Menurut keterangan warga korban meninggal merupakan perempuan berinisial NL (70).

NL merupakan Warga Dusun Taepi Desa Monterado Kecamatan Monterado yang diketahui selama ini mengalami sakit dan hanya tinggal bersama seorang anaknya yang mengalami keterbelakangan mental.

Baca Juga:Komnas Perlindungan Anak Jabar Minta Polres Karawang Usut Kasus Penemuan Mayat Bayi di Selokan

Kapolsek Monterado IPTU Edy Wuriyawan mengungkapkan telah mendapatkan laporan dari warga bahwa telah menemukan mayat sudah membusuk di dalam rumah.

“Saksi yang juga merupakan tetangga korban mencium bau busuk yang menyengat, kemudian mencari sumber bau tersebut, setelah itu saksi mencoba untuk masuk ke dalam rumah korban, dan melihat korban sudah meninggal dalam keadaan membusuk,” ujarnya.

Kapolsek menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan oleh Nakes Puskesmas Monterado, tidak Ada tanda kekerasan pada korban.

”Telah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya melansir suarakalbar.co.id jejaring suara.com.

Setelah melakukan evakuasi dan mendapat persetujuan dari pihak keluarga jenazah akan dimakamkan oleh warga sekitar di pemakaman Desa Monterado.

Baca Juga:Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis Ingatkan Masyarakat Hindari PETI

News

Terkini

1.800 personel itu siap digerakkan bila terjadi gangguan kamtibmas terutama di Jayapura yang merupakan ibu kota provinsi

News | 06:05 WIB

Kami tidak memperkenankan adanya prostitusi di Jakarta, dimana saja, apalagi terkait anak-anak harus kami jaga

News | 21:44 WIB

Oknum S ini sebagai pemilik lokasi gudang penampungan solar yang kebakaran yang patut diduga beroperasi secara ilegal,

News | 21:27 WIB

Berdasarkan hasil pantauan yang kita lakukan sejak Sabtu pagi hingga siang hari, sejauh ini belum ditemukan kerusakan bangunan milik masyarakat atau sarana publik

News | 21:16 WIB

Banjir dan longsor menerjang lima kecamatan antara lain Kecamatan Cilograng mengakibatkan dua unit rumah ditimbun tanah longsor di Kampung Cibitung dan Kampung Pasir Peteuy

News | 21:09 WIB

Seolah-olah penetapan tersangka Lukas Enembe merupakan rekayasa politik yang berhubungan dengan persoalan pengisian jabatan wakil gubernur Provinsi Papua

News | 21:03 WIB

konversi ke kompor listrik ini tak akan menambah beban rakyat, sebab kompor listrik ini disubsidi pemerintah

News | 19:13 WIB

Tak hanya itu, sang oknum tersebut ternyata turut memberikan ancaman kepada Riri.

News | 18:48 WIB

Main aja. Kita semua saudara, sudah tidak ada lagi (istilah) cebong, kampret, dan lain-lain

News | 18:44 WIB

Tidak saya injek, tapi memang saya suruh guling-guling di jalan, dengan maksud memberikan efek jera

News | 18:33 WIB

Viral video singkat berisikan perkataan untuk menantang geng motor dengan menunjukkan benda tajam seperti pisau dan golok sambil mengucapkan mana kau gladiator biar kutikam

News | 17:54 WIB

Minibus menabrak bagian belakang sebuah truk yang melaju di depannya

News | 17:41 WIB

Ketua RT setempat mendatangi lokasi kejadian karena anak korban minta tolong, setelah kedua orangtuanya dibacok OTK

News | 17:29 WIB

Dengan cara menyanyi yang cukup lucu apalagi telah mengganti lirik tersebut, Intan lantas viral di sosmed.

News | 16:20 WIB
Tampilkan lebih banyak