Miris, Seorang Siswa SDIT di Pontianak Dianiaya 4 Teman Sekelas hingga Tak Mampu Berdiri

Namun ketika berada di kamar mandi, Dewi menyadari ada yang salah karena anaknya tidak bisa jongkok dan kencing

Bella
Rabu, 02 November 2022 | 15:29 WIB
Miris, Seorang Siswa SDIT di Pontianak Dianiaya 4 Teman Sekelas hingga Tak Mampu Berdiri
Seorang siswa SDIT yang menjadi korban perundungan dan penganiayaan. (Instagram.com/pontianakinformasi)

SuaraKalbar.id - Seorang siswa sebuah sekolah dasar Islam terpadu (SDIT) di Pontianak diduga menjadi korban perundungan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah teman sekelasnya.

Korban diduga dianiaya empat teman sekelasnya hingga mengalami lebam biru di pinggang sebelah kanan, kepala sakit, muntah-muntah dan harus mendapatkan perawatan inap selama tujuh hari di rumah sakit.

Menurut keterangan ibu korban, Dewi, kasus perundungan dan penganiayaan yang dilakukan empat siswa terhadap anaknya itu terjadi pada Senin, 10 Oktober 2022.

Dewi menuturkan, pada hari itu, sepulang dari sekolah anaknya sudah dalam keadaan lemah. Namun korban enggan menceritakan apa yang dialaminya meski sudah ditanya.

Baca Juga:Bikin Penghuni Tenang, Buronan Kasus Penganiayaan di Kamar Kos di Sukabumi Diciduk Polisi

"Saat itu kondisi anak saya, badannya oleng, bawa tas saja sudah tidak mampu,” jelas Dewi dikutip dari @pontianakinformasi pada Rabu (2/11/2022).

Pada malam harinya, kondisi tubuh korban semakin lemah hingga panas. Semula, Dewi mengira anaknya hanya demam biasa.

Meski begitu, dirinya segera membawa sang anak untuk berobat ke dokter.

“Setelah berobat ke dokter. Demamnya tidak sembuh-sembuh. Biasanya kalau demam, bawa ke dokter minum obat sudah sehat,” katanya.

Sehari kemudian, Dewi menyebutkan kondisi anaknya semakin parah. Anaknya itu mengeluh pusing hingga muntah-muntah. Namun anaknya tetap tidak mau menceritakan apa yang terjadi.

Baca Juga:Pilu, Ini Kata Warga Soal Kasus Pembunuhan Sadis di Jatijajar Depok

Selanjutnya, pada Rabu, 12 Oktober 2022, ketika dibangunkan untuk salat Subuh, anaknya itu mengeluh sakit tulang belakang dan tidak mampu untuk membangunkan badan. DA menuturkan, saat itu dirinya mengira itu hanya alasan anaknya, sehingga Dewi tetap membawa anaknya ke kamar mandi untuk mandi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini