Dua Hari Dinyatakan Hilang saat Hendak Mancing, Tahsin Ditemukan Tewas di Sungai Kapuas

Usai ditemukan, kata I Made, tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Bella
Rabu, 01 Maret 2023 | 21:54 WIB
Dua Hari Dinyatakan Hilang saat Hendak Mancing, Tahsin Ditemukan Tewas di Sungai Kapuas
Tahsin (30) korban tenggelam dievakuasi dari Sungai Kapuas oleh tim SAS gabungan usai ditemukan telah meninggal dunia . (Foto ANTARA/HO-Hms SAR Pontianak)

SuaraKalbar.id - Setelah dua hari dinyatakan hilang saat pergi memancing, Tahsin (30) ditemukan oleh tim gabungan Basarnas Pontianak dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Kapuas, Kecamatan Pontianak Utara, Kalbar.

Kepala Basarnas Pontianak, I Made Junetra menyatakan pihaknya berhasil menemukan korban saat melakukan upaya pencarian pada hari kedua bersama tim gabungan di bantu masyarakat setempat.

"Korban Tahsin warga Batu Layang ini berhasil kami temukan setelah dua hari tenggelam dan menghilang di Sungai Kapuas. Kemudian korban ditemukan meninggal pagi ini 300 meter dari lokasi tenggelam," kata Kepala Basarnas Pontianak I Made Junetra di Pontianak, melansir Antara pada Rabu (1/3/2023).

Usai ditemukan, kata I Made, tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga:Polda Sulsel Pastikan Pelaku Penganiaya Pelajar yang Dipaksa Minum Miras hingga Tewas Bukan Anak Anggota Polri

Sebelumnya, korban berangkat memancing bersama satu orang temannya menggunakan dua buah sampan.

Namun, saat sebuah tongkang melintas, sampan korban ditemukan dalam keadaan kosong lantaran masuk ke bawah tongkang dikarenakan arus sungai yang cukup deras.

Setelah mendapat laporan, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian sejak hari pertama, Selasa (28/02).

"Pada Selasa 28 Februari 2023 sekitar pukul 10.00 WIB, Kansar Pontianak terima info dari Faisal anggota Polair TPI, yang menyatakan bahwa pada pukul 06.00 WIB telah terjadi musibah dan satu orang pemancing dinyatakan tenggelam di Sungai Kapuas Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak," terang Made.

Dari laporan tersebut, korban diperkiraan tenggelam pada koordinat *0°0' 24.850" U - 109°17' 48.74" E* atau berjarak 15 NM Radial 322° dari Kansar Pontianak.

Baca Juga:Viral Maling di Pontianak Bertarung dengan Warga di Atap Rumah, Endingnya Masuk RS

"Kami mengucapka terima Kasih kepada potensi SAR dan semua yang terlibat yang telah melaksanakan pencarian selama dua hari dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan," ucap Made.

News

Terkini

Ia pun berharap, ada bantuan benih padi dari Pemkot Singkawang untuk ditanam kembali.

News | 20:37 WIB

"Jadi lihat lagi nanti bagaimana ke depannya, semoga ada jalan keluarnya," harapnya.

News | 19:31 WIB

Banjir udah berlangsung selama tiga hari, kondisi air terus mengalami kenaikan sejak kemarin

News | 19:03 WIB

Berikut bacaan Surah Yasin dalam abjad latin lengkap dengan terjemahannya:

News | 20:58 WIB

Kejadian amblas sedalam 1 meter lebih dan hampir memakan separuh jalan ini sudah terjadi sejak Selasa

News | 20:28 WIB

Dampak banjir di sentra harga cabai naik. Sejak seminggu yang lalu harganya naik sebesar Rp20 ribu sampai dengan Rp25 ribu per kilogram

| 20:05 WIB

Hasil investigasi dan penyelidikan menunjukkan bahwa berita tersebut tidak benar adanya dan merupakan hoaks belaka

News | 19:57 WIB

Selain produk jurnalisme, stakeholder media juga membutuhkan keberadaan para content creator, influencer, key opinion leaders.

News | 06:20 WIB

Nama asli pelaku Armadi, kalau MiChat bernama Vidya alias Sindi Lin atau Puput Real, pelaku berdomisili di Kecamatan Sebatik

News | 09:36 WIB

Saat dilakukan introgasi terduga pelaku mengakui bahwa ia adalah pelaku dari pembunuhan terhadap NA tersebut

News | 22:16 WIB

Pekerja tersebut melihat bungkusan plastik tersebut dalam keadaan sobek dan terlihat seperti kaki bayi

News | 23:08 WIB

Korban diduga meninggal karena mengalami tindak pidana kekerasan dengan benda tumpul

News | 22:44 WIB

Banjir yang terjadi di Semelagi Kecil merupakan air kiriman dari Bengkayang dan Sambas, hal ini dikarenakan debit air lebih tinggi dibandingkan tanggul yang ada

News | 22:36 WIB

Jadi kemarin, almarhum (Susi) bersama suami, mertua, ipar, dan anaknya didampingi satu orang perawat diangkut dengan kapal menuju Pontianak

News | 21:40 WIB

Saat subuh saya keluar rumah itu sudah banjir setinggi mata kaki orang dewasa. Saya lihat pagi-pagi airnya masih jernih, tidak lama kemudian tiba-tiba air jadi keruh

News | 21:30 WIB
Tampilkan lebih banyak