Kantor Bupati dan DPRD Sekadau Digeruduk Massa, Buntut Penertiban PETI

Kami ingin pemerintah daerah dan DPRD memperhatikan masyarakat Kecamatan Belitang Hilir. Kami berharap apa yang disampaikan mendapatkan solusi yang terbaik

Bella
Kamis, 25 Mei 2023 | 22:06 WIB
Kantor Bupati dan DPRD Sekadau Digeruduk Massa, Buntut Penertiban PETI
Kantor Bupati dan DPRD Sekadau Digeruduk Massa Terkait PETI. (Tangkapan layar/Instagram)

SuaraKalbar.id - Sejumlah massa mendatangi kantor Bupati dan gedung DPRD Sekadau pada Kamis (25/5/2023) pagi.

Kedatangan massa tersebut untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait kabar penangkapan pelaku pertambangan emas tanpa izin atau PETI yang dilakukukan oleh polisi.

Aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sekadau sempat tegang. Sejumlah kaca gedung tersebut terlihat pecah karena dirusak oleh massa.

Polisi dari Polres Sekadau pun sempat menyemprotkan air kepada massa.

Baca Juga:Roro Fitri Kehilangan Emas Seharga Mobil, ART-nya yang Dituduh

Paulus, salah satu perwakilan massa mengatakan tujuan kedatangan masyarakat adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan pekerjaan tambang emas dan BBM yang sulit didapat di Kecamatan Belitang Hilir, Sekadau.

“Kami ingin pemerintah daerah dan DPRD memperhatikan masyarakat Kecamatan Belitang Hilir. Kami berharap apa yang disampaikan mendapatkan solusi yang terbaik,” ungkap Paulus seperti dikutip dari suarakalbar.co.id jejaring suara.com.

Sementara itu, Bupati Sekadau, Aron menampung aspirasi massa terkait situasi dan kondisi saat ini yang dihadapi oleh masyarakat di lapangan.

“Pada prinsipnya Pemerintah Daerah menyambut baik aspirasi masyarakat karena bagaimanapun segala sesuatu bermuara pada Pemerintah,” kata Aron.

Aron mengaku baru kali ini masyarakat menyampaikan aspirasinya terkait dengan kerja tambang emas.

Baca Juga:Keputusan Mengejutkan Aldi Taher Mengundurkan Diri dari PBB dan Lebih Memilih Perindo

“Zaman dan situasi saat ini sudah berubah dan Perlu kita sikapi bersama, terkait dengan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” jelasnya.

Berita Terkait

Beredar video seorang ASN kesal dan menyebut DPRD Probolinggo tidak lebih mulia dari seorang pelacur, simak selengkapnya!

soreang | 18:45 WIB

Menurut Gus Polen, pameran ini sengaja digelar tanpa ada bursa jual-beli keris dan tosan aji seperti lazimnya.

jogja | 18:10 WIB

Adapun dari jumlah tersebut sebanyak 46 juta ton batu bara dijual ke pasar domestik dan ekspor.

sumsel | 17:35 WIB

Kasus hilangnya ijazah milik Wildatul Muzjalipah terus bergulir dan viral hingga mengundang perhatian banyak pihak termasuk anggota DPRD Jawa Barat, Enjang Tedi.

garut | 15:02 WIB

PLN saat ini telah menyediakan sebanyak 616 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

tantrum | 11:11 WIB

News

Terkini

Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka melakukan aksi penyerangan secara acak tersebut untuk mencari kesenangan.

News | 21:02 WIB

Bank Mandiri secara konsisten terus melanjutkan komitmen untuk menjadi Indonesia's Sustainability Champion for Better Future.

News | 12:25 WIB

Masyarakat Kelurahan Mengkurai menemukan mayat seorang perempuan dan anak yg timbul atau hanyut di sungai kapuas

News | 10:57 WIB

Selain kapal dan rigid inflatable boat sebuah helikopter milik Polda Kalbar juga turut membantu penyisiran lewat udara di lokasi pencarian

News | 15:07 WIB

Saat peristiwa itu terjadi, banyak pengendara lain yang berada di belakang kontainer.

News | 18:44 WIB

Pelaku pencurian sepeda motor ini melakukan aksinya di 2 TKP Komplek Residence Borneo Khatulistiwa 3 Kecamatan Sungai Kakap

News | 18:35 WIB

mayat korban ditemukan mengapung tanpa busana sekitar 20 meter dari tempat biasa korban mandi.

News | 18:21 WIB

Airpods gen 2, Airpods gen 3, Airpods Pro gen 2, dan Airpods Max.

Lifestyle | 15:48 WIB

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aipda Ade menjelaskan, peristiwa bermula saat Iqbal sedang berada di KPU Kubu Raya dalam rangka pengajuan caleg partai Golkar.

News | 21:27 WIB

Selain istri korban, terang Ade, kejadian tersebut juga disaksikan oleh seorang pekerja yang sedang mengoperasikan Eksavator sekira pukul 10.30 WIB.

News | 20:46 WIB

Tidak ada penganiayaan dan tidak ada permasalahan hanya kesalah pahaman, dan sudah diselesaikan keduanya

News | 20:25 WIB

Akibat perbuatannya, HO terancam penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

News | 19:54 WIB

Program Studi untuk jenjang pendidikan Sarjana yang ditawarkan untuk Pontianak adalah Akuntansi dan Manajemen.

News | 18:48 WIB

Dari rekaman CCTV terlihat yang bersangkutan mengeluarkan sepucuk senpi yang diselipkan dalam celananya. Menurut informasi, yang bersangkutan merupakan residivis curanmor.

News | 09:38 WIB
Tampilkan lebih banyak