Kisah Cinta dr Rubini, Pahlawan Nasional Asal Bandung yang Mengabdi di Kalimantan Barat

Istrinya ini dievakuasi atau dr Rubini nyuruh (istrinya) evakuasi

Bella
Kamis, 31 Agustus 2023 | 19:07 WIB
Kisah Cinta dr Rubini, Pahlawan Nasional Asal Bandung yang Mengabdi di Kalimantan Barat
Keluarga dr. Rubini bersama isterinya, Nyonya Amalia dan kelima anaknya. (Sumber: Koleksi Ahli Waris dr. Rubini)

“Amalia tidak ingin hanya diam di rumah, santai-santai dan menikmati privilege suaminya. Ia turut dalam gerakan palang merah, membantu tugas-tugas suaminya, dan mendirikan organisasi pergerakan perempuan yang cukup besar kala itu, Perkumpulan Isteri Indonesia (PII) cabang Pontianak,” ujar Rikaz.

Perkumpulan Isteri Indonesia (PII) di Pontianak berdiri pada tahun 1938 yang diketuai Nyonya Amalia sampai akhir hayatnya atau tahun 1944. Organisasi tersebut diketahui menjalankan program-program untuk meningkatkan kemandirian kaumnya seperti mengadakan pengajian agama, kajian-kajian isu perempuan, kursus-kursus, dan bahkan menghimpun fonds persalinan bagi ibu-ibu di Pontianak yang kesulitan dana.

Setelah beberapa tahun berada di Pontianak, dr Rubini yang menyadari kedatangan Jepang dan akan menduduki Kalimantan, membuat sang beliau diduga meminta Nyonya Amalia kembali ke Jawa.

“Ada kemungkinan pas Jepang mau masuk, istrinya ini dievakuasi atau dr Rubini nyuruh (istrinya) evakuasi,” ujar Rikaz.

Baca Juga:Sejarah Bus Eka, Pernah Juga Mengalami Tragedi Mengerikan Pada 1981

Kembalinya sang istri ke Jawa, diduga tak turut serta diikuti oleh dr Rubini karena beliau menjadi salah satu dokter yang turut membantu menangani pasien pada tragedi Pengeboman Kapal Terbang 9 yang terjadi pada tahun 1944.

“Dokter Rubini masih di sini,  karena salah satu tokoh yang merawat korban Pengoboman Kapal Terbang 9 itu dr Rubini tahun 1944,” ujar Rikaz.

Namun, setelah beberapa waktu berpisah dengan sang suami, Nyonya Amalia diketahui kembali ke Pontianak setelah Jepang berkuasa.

“Setelah Jepang berkuasa istrinya itu malah ingin kesini dan dijemput sama dokter Rubini,” jelas Rikaz.

Tak diketahui pasti penyebab kembalinya Nyonya Amalia ke Pontianak, namun hal tersebut diduga karena beliau tidak ingin berpisah dengan suami tercinta dan kembali mengurus organisasi.

Baca Juga:Sejarah Hari Polwan 1 September, Ketahui Asal Usul Polisi Wanita hingga Polwan Pertama

“Saya ada dapat koran Jepang ya,  diberitakan dr Rubini itu menjemput istrinya atas bantuan Jepang yang lagi di Jawa,  tapi kemudian mungkin karena istrinya ini gak mau pisah atau gimana jadinya balik lagi ke Pontianak,” tambah Rikaz.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini