Pemkot Singkawang Dinilai Langgar Nilai Toleransi dengan Pasang Ornamen Naga

Adu mulut pun tak terhindari antara Hariyanto dan Ketua DPRD Kota Singkawang Sujianto dan Pj Wali Kota Singkawang.

Bella
Senin, 11 Desember 2023 | 16:15 WIB
Pemkot Singkawang Dinilai Langgar Nilai Toleransi dengan Pasang Ornamen Naga
Ornamen Naga di depan kantor Walikota Singkawang (Dok.Suarakalbar.co.id).

Sebelumnya, yakni Sabtu (9/12) sejumlah warga melakukan aksi penolakan pemasangan simbol yang mewakili etnis tertentu di pagar di Kantor Wali Kota Singkawang.

Ketua Cabang Pemuda Muslimin Indonesia, Ihsyan Sutrisno mempertanyakan pagar gedung milik pemerintah kota Singkawang yang dipasangi oleh simbol yang mewakili etnis tertentu. Menurutnya, bangunan milik pemerintah harus mencerminkan sikap nasionalisme yang tidak mengarah pada satu kelompok tertentu.

“Seharusnya gedung milik pemerintah dan atribut yang berkaitan dengan milik pemerintah harus menggambarkan DNA yang mencerminkan sikap nasionalisme dan toleransi yang menerapkan egaliter,” ujar Ihsyan, masih melansir SUARAKALBAR.CO.ID.

Menurut dia, Sumastro harusnya bersikap negarawan dalam menyikapi segala hal terkait, termasuk soal simbol-simbol seperti gambar naga yang dipasang di pagar milik kantor walikota.

Baca Juga:Disebut Masuk Daftar Kota Wisata Prostitusi di Indonesia, Begini Kondisi Singkawang Sekarang

“Maka hal tersebut terkesan mencerminkan tidak sama rata karena yang kita ketahui bahwa Singkawang terdapat 17 etnis . Karena seorang Pj haruslah bersikap toleransi atas semua aspek yang berhubungan dengan kebijakan publik,” katanya.

Menurut Ihsyan, Kota Singkawang ini adalah milik semua etnis, bukan mewakili etnis tertentu saja. “Bangsa ini besar karena dibangun dan dijaga oleh adat,budaya dan keanekaragaman suku dan etnis,” jelasnya.

Dia mengatakan dengan tegas menekan bahwa Singkawang ini jangan dicoreng dengan tingkah laku dan tindakan yang kurang santun harus melihat aspek kebudayaan dan norma yang berlaku di Kota Singkawang.

“Percuma saja torehan prestasi tertoleran SE Indonesia kita sabet, jika ego dan ambisi menguasai masih ada di pikiran para pejabat Pemkot Singkawang,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan dan mempertanyakan peran anggota DPRD Kota Singkawang sebagai lembaga pengawas kebijakan Pemkot bisa tidak tahu akan pembangunan pagar yang memasang simbol binatang mitologi etnis tertentu.

Baca Juga:Vihara Tri Dharma Bumi Raya Jadi Destinasi Wisata Religi Terbaru Singkawang

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini