SuaraKalbar.id - Sejak terjadi beberapa drama politik menjelang pemilu di Indonesia, Rakyat nampaknya mulai berfikir keras dalam menentukan siapa calon Presiden yang akan dipilih pada pemulu nanti. Terlebih bagi mereka yang dulu memilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pilpres 2019.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan bahwa pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md. merupakan penerus ideologis Presiden RI Joko Widodo. Dirinya mengklaim, tidak ada pasangan Capres-cawapres lain yang secara ideologis dan gen politik sebagai penerus Jokowi.
"Bagi Tim Pemenangan Ganjar Mahfud dan PDI Perjuangan menganggap penting untuk menjelaskan bahwa Ganjar dan Mahfud adalah satu-satunya pasangan calon presiden dan wakil presiden yang secara ideologis dan gen politik sebagai penerus Jokowi," kata Said dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Menurut Said, Jokowi lahir, berproses dan tumbuh dalam rahim PDI Perjuangan. Jadi, menurut dia, keseluruhan program kerakyatan Jokowi sejak di Surakarta, DKI Jakarta, dan dua periode menjadi presiden adalah buah pikiran dari simpatisan dan kader PDI Perjuangan.
Baca Juga:Viral Seorang Pria di Sambas Pura-Pura Bisu Demi Jalankan Modus Penipuan
"Oleh karena itu pula, PDI Perjuangan selama ini loyal memberikan dukungan penuh tanpa reserve atas program-program tersebut," katanya.
Dari situlah, Said menilai tidak ada pihak lain yang berhak selain pasangan Ganjar-Mahfud dalam meneruskan program kerakyatan Jokowi. Kalaupun ada, ia tidak akan mengerti cara menjalankannya.
"Kalau ada pihak lain yang mencoba mengklaim mampu melakukan fabrikasi sebagai penerus Pak Jokowi, tentu saja yang bersangkutan tidak mengerti nyawa atau roh program tersebut, kemudian bagaimana menjalankannya," kata Said.
Satu contoh yang disebut oleh Said, yakni program pemberian makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo-Gibran. Program itu, menurut dia jelas bukan karakter dasar program kerakyatan Jokowi.

"Apalagi konon program tersebut akan mengambil anggaran dari program-program kerakyatan yang sudah ada. Ini contoh kecil narasi yang bisa kami utarakan bahwa program kerakyatan Pak Jokowi mengalami penyimpangan," katanya.
Baca Juga:4 Organisasi Media Minta Presiden Kaji Ulang Rancangan Perpres Platform Digital
Said juga mengklaim bahwa konsep pemimpin blusukan, menangkap aspirasi dan pikiran rakyat yang selama ini dilakukan oleh Jokowi, hanya mampu dilakukan Ganjar Pranowo.
"Calon presiden yang menyatakan penerus Jokowi buktinya hanya sesekali saja bergerak menyapa rakyat, selebihnya malah banyak menggelar pertemuan-pertemuan terbatas kalangan elite," ungkapnya.
Beberapa program kerakyatan Presiden Jokowi juga akan terus dikonsolidasikan oleh Ganjar-Mahfud. Oleh karena itu, pihaknya akan menyempurnakan berbagai program kerakyatan seperti Kartu Indonesia, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Sembako, dan Kartu Prakerja dalam wujud simplifikasi, yakni cukup satu kartu sakti yang berlaku untuk semua program kerakyatan yang selama ini berjalan baik membantu rakyat.