"Penampung resmi seperti UP2B biasanya memiliki kontrak langsung dengan pabrik, sehingga harga yang ditawarkan lebih terjamin," tambahnya.
Namun, Heronimus turut menyoroti tantangan yang dihadapi sektor karet, seperti penurunan luas lahan. "Luas lahan karet kita berkurang dari 700 ribu hektare menjadi 500 ribu hektare. Ini perlu perhatian serius, karena karet adalah sumber daya unggulan Kalbar yang harus terus dikembangkan," ujarnya.
Dengan kondisi pasar yang menguntungkan, Heronimus berharap para petani terus meningkatkan kualitas produksi karet demi keberlanjutan sektor ini di Kalimantan Barat.
Baca Juga:Lahan Sawit Jadi Peternakan Sapi, Program SISKA Tingkatkan Produktivitas Pertanian