Scroll untuk membaca artikel
Husna Rahmayunita
Sabtu, 26 September 2020 | 15:57 WIB
Pasutri pengamen naik mobil. (ist)

SuaraKalbar.id - Sepasang suami istri menggegerkan Kota Mempawah, Kalimantan Barat belum lama ini. Pasalnya, pasutri tersebut menunggangi mobil untuk pergi pengamen.

Tak tanggung-tanggung, kendaraan yang digunakan pasutri itupun ditaksir harganya ratusan juta. Warga yang melihatnya pun dibuat terheran.

Tokoh Masyarakat Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Khairani membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sempat bertemu dengan pasutri tadi.

Khairani menyadari mengamen bukanlah pekerjaan yang dapat dipandang sebelah mata. Menurutnya, pekerjaan tersebut apabila ditekuni dapat membuahkan hasil.

Baca Juga: Kerap Makan Korban, Perbaikan Jalan Senggiring Diharapkan Segera Rampung

"Sisi positif nya bisa kita ambil dia adalah orang yang pekerja keras, dan dia pun tidak menadahkan tangannya untuk mendapatkan sesuatu dari orang yang mendengarkan hasil dari pada seni dia," katanya kepada SuaraKalbar.id, Sabtu (26/9/2020).

Kharaini mengetahui sisi cerita pasutri ini. Ia menilai kerja kerasa mereka bisa menjadi teladan bagi masyarakat.

"Dia itu kan menjual seni dia melalui suara, dari situ kita bisa ambil kesimpulan, orang-orang seperti ini saja bisa berhasil dari ketekunan yang dilakukannnya, dia bisa menabung bahkan ada baiknya kita contoh,"ujarnya.

Pasutri pengamen naik mobil. (ist)

Pria yang karib disapa Bung Ranie tersebut lantas menceritakan awal pertemuannya dengan pasutri pengamen di sebuah warung kopi di kawasan Sungai Pinyuh.

Ia mengatakan kedua pengamen yang menaiki mobil tersebut adalah Dwi Halija dan Indra yang diketahui tuna netra.

Baca Juga: Prosesi Pemakaman di Mempawah Terhalang Akibat Bendungan Jebol

Saat beraksi, pasangan itu kerap mengudang perhatian karena Dwi Halija suaranya merdu mirip penyanyi dangdut.

Load More