SuaraKalbar.id - Pembebasan lahan untuk pembangunan Bandara Sukadana di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat diminta segera tuntas.
Sebab, hingga saat ini warga di Desa Riam Berasap, Kayong Utara masih belum mengetahui nilai ganti rugi lahan untuk pembangunan bandara tersebut.
Warga setempat menunggu kepastian dari pemerintah akan hak kepemilikan tanah mereka karena belum ada pembicaraan lebih lanjut.
“Masyarakat hingga kini masih menunggu kepastian. Namun sudah ada beberapa kali tim turun meninjau lahan dan mengukur lahan. Sampai saat ini masyarakat butuh kepastian akan hak kepemilikan hak tanah.Sampai saat ini belum ada penyampaian ke masyarakat,” ujar satu di antara tokoh Desa Riam Berasap, Burhan saat dihubungi di Kayong Utara, Jumat.
Mantan Ketua BPD Riam Berasap meminta agar harga tanah bisa sesuai dengan harapan bersama masyarakat dalam arti sesuai dengan seharusnya.
“Tim appraisal akan turun ke lapangan untuk mengecek lahan-lahan yang dimiliki masyarakat dan menilai harga tanah dan tanaman, informasinya begitu. Semoga segera sehingga ada kepastian bagi masyarakat," harap dia.
Rencana bandara yang terbentang di Desa Simpang Tiga dan Desa Riam Berasap ini akan ditinjau oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Sementara untuk pembangunan direncanakan mulai dibangun pada tahun 2020. Namun sampai saat ini belum ada kemajuan yang signfikan terkait pembangunan tersebut.
Kementerian Perhubungan telah berencana akan membangun dua bandara udara di Kalimantan Barat yang terletak di Sukadana dan Singkawang untuk menunjang kegiatan kepariwisataan dan menciptakan konektivitas antardaerah.
Baca Juga: Duit Pembebasan Lahan Belum Dibayar Pengadilan, Warga Blokade Tol Jatikarya
Bupati Kayong Utara, Citra Duani belum lama ini mengatakan dirinya kurang yakin penyelesaian pembebasan lahan Bandara tahun ini dapat terselesaikan melihat sudah dipenghujung tahun.
"Harapan kita tahun ini dapat selesai untuk pembebasan lahan bandara namun nampaknya waktu sudah sangat mepet. Semoga saja rencana pembangunan bandara di daerah ini segera terealisasi," kata Citra Duani. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pasang Rating BBRI Jadi Overweight, Ini Alasan JPMorgan Berikan Sinyal Positif
-
BRI Perkuat UMKM Eks Pekerja Migran Indonesia Lewat KUR dan Pelatihan Purna Migran
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO
-
Kontribusi Pajak BRI Terbesar di Industri Keuangan, Perkuat Dukungan bagi Pembangunan Nasional