SuaraKalbar.id - Prasetyo Gow alias Asong, mafia illegal logging ataupembalakan liar di Kalimantan Barat dibekuk polisi usai 15 tahun jadi buronan.
Asong tak berkutik diamankan setelah melarikan diri sejak 2006. Kala itu dia dinyatakan bersalah dan lari dari hukuman.
Asong ditangkap oleh tim intelijen Kejagung RI di sebuah apartemen di Jakarta Utara , Kamis (22/4/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.
"Tersangka diproses hukum sejak tahun 2006 dengan vonis pidana empat tahun atas tindak pidana hasil hutan secara ilegal," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyudi dalam keterangan persnya di Pontianak, Jumat (23/4/2021).
Dia menjelaskan pihaknya bersama tim intelijen Kejagung sudah lama memantau keberadaan tersangka.
"Para DPO (daftar pencarian orang) atau buronan selalu kami komunikasi dengan kejaksaan seluruh Indonesia, sehingga saling membantu," ujar Masyudi.
"Bagusnya para DPO atas kasus apapun agar menyerahkan diri, supaya mempunyai kejelasan hukum sehingga bisa secepatnya kumpul dengan keluarga," sambungnya.
Sepanjang pelarian tersangka menggunakan identitas palsu dan diduga melakukan operasi plastik untuk mengelabui petugas.
"Kendala di lapangan, semua DPO memang berusaha akan mengelabui petugas, seperti memalsukan identitas dan lainnya, apalagi yang dicari biasanya tidak satu tersangka saja," pungkas Masyudi.
Baca Juga: Warga Lampung Ditangkap Terkait Aktivitas Illegal Logging di Riau
Atas perbuatannya, kekinian, Asong telah dijebloskan ke penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Viral 'Cium Lutut' ke Dedi Mulyadi, 5 Fakta Krisantus Kurniawan, Politisi PDIP dan Harta Kekayaannya