SuaraKalbar.id - Epedemiologi Poltekes Kemenkes Pontianak, Malik Saepudin mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) yang mengendorkan syarat pelaku perjalanan. Dimana, orang yang datang ke Kalbar cukup dengan hasil negatif antigen.
Menurut Malik, langkah yang dilakukan Pemprov Kalbar cukup realistis. Sebab, lonjakan kasus secara lokal dan nasional terjadi penurunan yang signifikan.
“Angka positif Covid-19 cenderung menurun tajam. Positif rate kurang dari 1 persen, dan BOR kurang dari 40 persen,” kata Malik Saepudin, dikutip dari Insidepontianak.com - jaringan Suara.com, Selasa (5/12/2021).
Kondisi ini juga didukung dengan cakupan vaksinasi yang tinggi. Untuk Kalbar sendiri, cakupan vaksiansi pertama telah mencapai 60 persen, dan vaksinasi kedua mencapai 40 persen.
“Sehingga target yang dicanangkan WHO ini hampir tercapai,” jelasnya.
Kendati ada pelonggaran, Malik berharap pemeriksaan surat antigen dapat dilakukan dengan benar. Jangan sampai ada manipulasi yang akhirnya memperparah keadaan.
“Masyarakat juga diharapkan terus mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” pesannya.
Berita Terkait
-
Sutarmidji Tak Dilirik, Golkar Usung Maman Abdurrahman di Pilkada 2024
-
Sopir Truk Perkosa Gadis Tunawicara di Sanggau
-
Remaja Kubu Raya Diterkam Buaya Saat Ambil Wudhu, Tangannya Luka Parah
-
Gubernur Kalbar Desak SKPD Percepat Serapan Anggaran 2022
-
Tiga Personel Polres Kayong Utara Dipecat Tidak Hormat
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026
-
PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama