SuaraKalbar.id - Seorang warga Desa Kuala Secapah berinisial A membuat pengakuan bahwa dirinya dibuatkan sertifikat vaksin Covid-19 oleh seorang calon anggota Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) tanpa perlu disuntik.
Meski begitu, oknum calon anggota BPD tersebut mensyaratkan A harus mencoblos oknum tersebut dalam kontestasi Pemilihan BPD 9 Maret 2021. Sejak awal A memang tidak mau disuntik vaksin.
“Saya dijanjikan bikin sertifikat vaksin. Saya dari awal memang tidak mau disuntik. Dia bilang kalau nyoblos dia, dapat sertifikat vaksin ini. Dia calon anggota BPD,” ungkapnya.
Selanjutnya, A menyerahkan KTP dan nomor hp kepada oknum calon anggota BPD tersebut.
Tak butuh waktu lama, sepekan kemudian sertifikat vaksin sudah jadi. Bahkan ketika dicek, sertifikat tersebut terdaftar di aplikasi Peduli Lindungi sesuai nomor NIK miliknya.
Selain A, ternyata warga Desa Kuala Secapah lainnya juga banyak yang dibuatkan sertifikat vaksin dengan modus serupa. Harus mencoblos oknum tersebut sebagai anggota BPD.
“Saya cuma dimintai KTP dan nomor hp, tidak pakai uang. Sekitar satu mingguan dapat sertifikat vaksin. Tidak saya tanya lagi itu dari mana asalnya, saya juga tidak tahu jika perbuatan ini ternyata melanggar hukum. Setahu saya ada banyak warga sini yang dibuatkan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa disuntik,” bebernya melansir insidepontianak-jaringan suara.com- (16/03/2022).
Sementara itu, tokoh masyarakat di Dusun Kabo, Desa Kuala Secapah, Nursiah, meminta kepolisian segera mengusut siapa pelaku manipulasi sertifikat vaksin Covid-19 tersebut. Apalagi sertifikat vaksin tanpa suntik itu sampai dijadikan alat kampanye dalam pemilihan anggota BPD.
“Saya menduga ada juga calon anggota BPD yang menggunakan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa disuntik ini. Saya harap ini segera diproses oleh kepolisian jika terbukti melanggar hukum. Disini kita bicara aturan, apalagi hal ini sangat mencoreng demokrasi di pemilihan BPD Kuala Secapah,” ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Geger! Sejumlah Warga di Mempawah Dapat Sertifikat Vaksin Tanpa Disuntik dari Perangkat Desa, Kok Bisa?
-
Pentingnya Peran Selebriti Dalam Mendorong Vaksinasi Covid-19, Pakar: Punya Tanggung Jawab Moral
-
Cegah Kematian karena Covid-19, Pasien Penyakit Kronis dan Lansia Perlu Segera Vaksinasi
-
Tekan Penyebaran Covid, Masyarakat Indonesia Sudah Harus di Vaksin Lengkap Sebelum Ramadan
-
Target Vaksinasi di Karimun Belum Maksimal karena 16 Ribu Warga di Luar Domisili
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Target Transaksi UMKM Rp1,75 Miliar di Gawe Dayak Singkawang, Mampukah Tercapai?
-
BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan kepada Non Muslim? Ini Penjelasan Ulama yang Menyejukkan
-
Kasus 3 Ons Sabu Gegerkan Ketapang, Tiga Oknum Polisi Kini Diperiksa
-
Keributan Sesama Pria Asal Brunei di Blok M Berujung Maut, Satu Orang Tewas