SuaraKalbar.id - Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot membuka Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V Dewan Pengurus Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau di Aula Santa Maria Laverna, Sanggau, Sabtu (9/4/2022).
Pada Konfercab ini untuk memilih pengurus baru periode 2022-2025 dan hadir Penasehat Awam WKRI Paroki Katedral Sanggau, Arita Apolina. Yohanes Ontot dalam sambutannya mengharapkan pengurus terpilih dapat melanjutkan program yang sudah diagendakan pengurus sebelumnya.
“WKRI ini bukan organisasi parsial, tapi ada sustainablenya kepemimpinannya. Jadi kalau ada program yang bagus, jangan main potong saja. Harusnya lanjutkan, tingkatkan dan pertahankan. Kalau ada yang kurang, diperbaiki. Jalan sudah dibuka, sehingga ketua dan pengurus yang baru tidak sulit lagi melangkah,” ujar Yohanes Ontot, melansir dari SuaraKalbar.co.id--Jaringan Suara.com, Minggu (10/4/2022).
Pemkab berharap WKRI menjadi magnet pembinaan keimanan keluarga Katolik di Sanggau. Ia menegaskan, keberadaan WKRI sangat dibutuhkan oleh gereja, umat Katolik dan pemerintah.
“Karena bagaimanapun, kerjasama pemerintah dengan WKRI saat memadukan kegiatan dalam rangka pembinaan keimanan sangat dibutuhkan. WKRI Paroki Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau sudah menunjukkan kinerjanya.
Sehingga kedepan, WKRI terus menjadi mitra pemerintah yang mampu menjadi spektrum, tidak hanya bagi umat Katolik tapi diluar itu juga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Konfercab ke-V, WKRI Paroki Katedral Sanggau, Maria Agnes Supri Kartini menyampaikan, konferensi tersebut diikuti 29 ranting WKRI Paroki Hati Kudus Yesus Sanggau.
“Pembentukan DPD, saat ini WKRI Katedral Sanggau sudah memiliki 7 DPC dan ini 7 DPC ini menjadi dasar yang kuat untuk pembentukan DPD. Setelah DPD terbentuk, DPC tetap akan ada,” tutupnya.
Baca Juga: Raja Tayan ke-14 Ingin Lomba MTQ Se-Kalbar Digelar di Kabupaten Sanggau, Ini Alasannya
Berita Terkait
-
Selama Pandemi Covid-19, Rutan Kelas II B Sanggau Berikan Hak Integrasi dan Asimilasi di Rumah Pada 426 WBP
-
Diduga Pengedar Narkoba, Dua Orang Diamankan Polisi di Balai Karangan, Kedapatan Simpan Sabu di Pintu Kamar Mandi
-
Tiga Pasien Covid-19 Meninggal Pada Hari yang Sama di RSUD Mth Djaman, Satu dari Kembayan, Dua dari Sanggau
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Studi: Ikatan Sosial Redam Konflik Perusahaan Sawit dan Masyarakat di Sambas
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat