SuaraKalbar.id - Persidangan mengenai kasus Edy Mulyadi mengenai "Kalimantan Tempat Jin Buang Anak" sampai pada akhir putusannya hari ini (12/09/22).
Lewat persidangan yang dilakukan di Pengasilan Negeri Jakarta Pusat, Edy dinyatakan bersalah atas penyebaran berita bohong atau hoax dan dikenai hukuman penjara selama 7 bulan 15 hari.
Jangka waktu hukuman tersebut juga diketahui sama dengan masa penahanan Edy sejak kasus tersebut dimulai sehingga membuat hakim turut memerintah agar Edy segera dibebaskan dari penjara.
Akibat hal ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan masyarakat Dayak yang hadir kepersidangan merasa tak terima karena sebelumnya Edy dituntut untuk dihukum selama 4 tahun.
Lewat unggahan yang dibagikan oleh akun Instagram @kamidayakkalbar, terlihat Jaelani Christo selaku Ketua Umum LBH MADN tampak marah dan kesal kepada putusan hakim yang dinilai tidak adil.
"Keputusan hakim ini, jaksa harus banding! Dan hakim ini harus dilaporkan ke KY!" Kesal Jaelani.
Selain itu, terlihat pula Sekjen MADN, Yakobus Kumis yang turut mendampingi Jaelani, mengungkapkan kekesalan kepada pihak jaksa yang dinilai tak menghargai masyarakat Kalimantan terkhususnya Dayak atas putusan yang ditetapkan mengingat pernyataan Edy yang menyakiti perasaan masyarakat Kalimantan.
"Kami merasa dilecehkan. Masyrakat Dayak dianggap tidak ada! Masyarakat dianggap orang yang sangat kecil, orang terbuang. Kami tidak terima atas putusan hakim yang tidak menunjukan keadilan!" Seru Yakobus.
Lewat kolom komentar, terlihat pula beberana netizen Suku Dayak yang turut mendukung sikap LBH MADN agar terus memperjuangkan kasus tersebut.
"Ayo pak semangat demi nama kita orang Dayak dan Kalimantan, saya hanya bisa membantu mendoakan supaya orang yang bernama Edy segera dihukum sesuai UUD dan juga hukum adat," tulis @kris****
"Kita wajib perjuangkan harga diri bangsa Dayak, Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata, arus, arus, arus," ketik @f3r****
"Banding.... Perjuangkan terus harkat dan martabat suku Dayak," tambah @fit****
"Hukum Adat" kata Ih_***
Kontributor: Maria
Berita Terkait
-
Warga Dayak Ricuh usai Putusan Kasus Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Kabur dari Pintu Lain
-
Wagub Kalbar Pertanyakan Foto Dirinya Absen di Beberapa Kegiatan Pemprov: Kalau Kesengajaan, Mohon Diperbaiki
-
Edy Mulyadi Tak Terbukti Buat Berita Bohong Kalimantan Tempat Jin Buang Anak, Hakim Minta Dikeluarkan dari Tahanan
-
Divonis Penjara 7 Bulan 15 Hari, Ini Perjalanan Kasus 'Jin Buang Anak' Edy Mulyadi
-
GEGABAH Demi Konten, Irfan Hakim Hampir Kesurupan di Rumah Sakit
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Konsisten Buyback Saham untuk Optimalkan Nilai Pemegang Saham
-
Sempat Mangkir, Pamar Lubis Kini Ditahan Polda Kalbar
-
BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional
-
BRI Rayakan Perjalanan 131 Tahun dengan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian
-
Dari Investor Global hingga UMKM, BRI Bangun Koneksi Bisnis Lintas Negara