SuaraKalbar.id - Hingga saat ini, Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) masih berkoordinasi dengan camat dan lurah setempat untuk menelusuri penyebab kematian satu keluarga di perumahan Citra Satu, Kalideres.
Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko mengatakan, hingga saat ini, Ia dan jajaran belum bisa memastikan apakah penyebab kematian satu keluarga itu karena kelaparan.
"Kita cari tahu dulu berdasarkan keterangan tetangga, pak RT dan pak RW bagaimana mereka semasa kehidupan nya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Yani di Jakarta, Sabtu (12/11/2022).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, menurut Yani, keluarga korban sempat membeli kendaraan dan barang elektronik pada 2021 silam.
Hal tersebut menandakan kondisi perekonomian mereka dalam keadaan baik dalam beberapa waktu belakangan.
"Terlalu cepat menyimpulkan, saya masih harus berkoordinasi dengan berbagai pihak,” jelas dia.
Hingga saat ini, menurut dia, proses penelusuran di tingkat kota hingga kelurahan masih berlangsung. Dengan hasil penelusuran tersebut, Yani berharap pihaknya dapat mengetahui dengan jelas penyebab utama kematian satu keluarga tersebut.
Sebelumnya, penemuan itu berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban, Kamis (11/10) sekitar pukul 18.00.
Ketua RT pun melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu. Bersama dengan polisi, ketua RT akhirnya memaksa masuk ke dalam rumah tersebut.
"Saat itu pagar rumah dan pintu utama terkunci," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce, Jumat (11/11).
Ketika pintu utama di buka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda yakni ruang tamu, kamar tengah, dan ruang belakang.
"Untuk mayat yang ditemukan dalam nama di kartu keluarga bahwa identitas atas nama RY usia 71 dan RN usia 68 tahun dan DF adalah anaknya perempuan berusia 42 tahun dan BG usia 69 merupakan ipar dari bapaknya," kata Pasma.
Setelah mayat ditemukan, polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Setelah itu, keempat korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk proses otopsi.
Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan fakta bawah tidak ada asupan makanan ataupun minuman di dalam lambung para korban.
"Lambung para mayat ini tidak ada makanan jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot ototnya sudah mengecil," kata Pasam.
Berita Terkait
-
Meninggal Dengan Lambung Kosong, Keluarga Kalideres Tinggalkan Catatan Menu Makanan
-
Sisakan Misteri! Mobil Milik Satu Keluarga yang Mati Kelaparan Hilang
-
Wali Kota Jakbar Heran Satu Keluarga Diduga Tewas Kelaparan di Kalideres, Fakta Berbicara Lain
-
Kondisi Lambung Kosong, Benarkah 4 Jenazah di Kalideres Tewas Mengering Karena Lapar?
-
Satu Keluarga Tewas di Kalideres Sempat Dikira Bangkai Tikus, Kenapa Ya Mayat Bisa Berbau Busuk?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
-
Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan