SuaraKalbar.id - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau merupakan salah satu pintu di perbatasan darat Indonesia dengan Malaysia selain Aruk, Jagoi Babang dan Entikong, berada di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat dan berbatasan dengan wilayah Lubok Antu, Negara Bagian Sarawak, Malaysia, diresmikan operasionalisasinya oleh Bapak Presiden RI pada 16 Maret 2018.
Aktifitas lintas batas negara yang menonjol di PLBN Badau berupa pelintasan orang dan barang, dengan rata-rata harian mencapai 255 pelintas dan nilai perdagangan yang tercatat sampai dengan bulan november 2023 mencapai Rp1.070.660.727, komoditas utama berupa buah-buahan, ikan dan produk pertanian.
Tidak seperti Aruk dan Entikong, di PLBN Badau belum bisa melayani angkutan barang dan penumpang namun telah terdukung untuk pelayanan kendaraan pribadi antar negara, yang memungkinkan melintas langsung ke negara tetangga.
Sesuai dengan fungsinya tiap hari PLBN memberikan pelayanan atas arus masuk dan keluar Orang dan barang kedalam maupun keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelayanan harian tersebut dari hari ke hari perlu untuk ditingkatkan, baik dari segi sistem tata kelola maupun teknis pengeoperasiannya sehingga masyarakat yang menerima pelayanan langsung di PLBN dapat merasakan puas tidaknya saat dilayani oleh aparatur penyelenggara pelayanan lintas batas negara.
Untuk mengukur kinerja pengelolaan PLBN pada tahun 2023 ini, Badan Nasional Pengelola Perbatasan melalui Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara berkerjasama dengan lembaga eksternal yang berkompeten dibidang survei publik menyelenggarakan pengukuran persepsi masyarakat pelintas batas setelah menerima pelayanan publik di PLBN.
Survei ini menghasilkan potret pengelolaan PLBN yang dalam skala tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 14 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.
“PLBN Badau adalah satu PLBN yang diukur tingkat persepsi publik. Berdasarkan penilaian masyarakat disimpulkan bahwa secara keseluruhan mutu pelayanan PLBN mendapatkan kategori B dalam skala 3,12 dari nilai maksimal 4 yaitu persepsi kinerja PLBN Baik,” tutur Robert Simbolon di Kebon Sirih, yang juga berkedudukan sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, BNPP.
“Secara faktual, saat ini di Zona Inti PLBN Badau memberikan 6 jenis pelayanan publik," ucap Robert Simbolon, yang sehari-hari menjabat juga selaku Pelaksana Harian Sekretaris BNPP.
“Pelayanan tersebut meliputi pelayanan bea dan cukai, pelayanan keimigrasian, pelayanan kekarantinaan pertanian (hewan dan tumbuhan), pelayanan kekarantinaan ikan, pelayanan kendaraan bermotor lintas batas negara, dan pelayanan kekarantinaan kesehatan," tambahnya.
Baca Juga: Sebanyak 25.263 Jiwa Terdampak Banjir di Kapuas Hulu, Jumlahnya Kemungkinan Akan Bertambah?
“Kami telah mendapatkan data persepsi masyarakat dari 21 orang pengguna layanan pada bea dan cukai, 20 orang pengguna layanan keimigasian, 9 orang pengguna layanan kekarantinaan ikan, 8 orang pengguna layanan karantina pertanian (hewan dan tumbuhan), 5 orang pengguna layanan karantina kesehatan, dan 4 orang pengguna layanan kendaraan bermotor lintas batas negara," ujar Simbolon.
Adapun indikator pesepsi yang didata pada Survei Kepuasan masyarakat terhadap Pelayanan Publik di PLBN Badau meliputi sembilan unsur penilaian yakni persyaratan, sistem, mekanisme, dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya atau tarif, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan saran dan masukan, serta sarana dan prasarana.
“Dari sembilan unsur yang dinilai, didapatkan kesimpulan indikator sistem, mekanisme, dan prosedur memperoleh nilai tertinggi yakni 83,00 atau baik,” ucapnya.
Walaupun demikian, terdapat tiga unsur perlu ditingkatkan yaitu pada unsur biaya dan tarif dengan nilai 72,00, produk spesifikasi jenis pelayanan dengan nilai 76,00, dan penanganan pengaduan, saran, dan masukan memperoleh nilai 72,00.
“Dengan hasil ini, diminta pengelola PLBN Badau segera bergerak berkoordinasi dengan penyelenggaran pelayanan lintas batas (Kepabeanan, Keimigrasian dan Kekarantianaan) segera perbaiki dan tingkatkan dari sisi produk spesifikasi jenis pelayanan dengan memberikan kejelasan informasi produk layanan dan mempublikasikan produk layanan agar mudah diakses masyarakat”. Ujar Simbolon.
“Untuk penanganan pengaduan, saran dan masukan dilakukan dengan meningkatkan kualitas penanganan pengaduan di PLBN Badau,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Febriyanti Penyanyi Lagu Dayak Sekadau 'Yun Ditayun' Ikut Audisi X Factor Indonesia, Begini Respon Juri
-
TKD Prabowo-Gibran Ungkap Isu Utama di Kalbar: Jalan Rusak dan Kekurangan Listrik
-
Seorang Pria Warga Sekadau Hilir Ditemukan Meninggal Misterius di Kebun Karet
-
Pelaku Penipuan Berkedok Sumbangan Malam Tahun Baru di Kalbar Dihajar Massa
-
Istri Mandala Shoji Kesal Pakaian Dalamnya Dipegang Bellboy, Tuntut Pihak Hotel di Pontianak Rp 100 Miliar
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Studi: Ikatan Sosial Redam Konflik Perusahaan Sawit dan Masyarakat di Sambas
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat