SuaraKalbar.id - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyampaikan harapannya agar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang juga ayahnya, dapat ikut serta dalam kampanye PSI di waktu yang akan datang.
Pernyataan Kaesang tersebut muncul menjawab pertanyaan awak media terkait dengan kemungkinan partisipasi Presiden Jokowi dalam kampanye PSI.
"Insyaallah, kalau diberi kesempatan, kalau ada waktu, kami akan sangat terbuka," kata Kaesang usai kampanye akbar di Pontianak, seperti dikutip dari Antara, Selasa.
Kaesang mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang telah diberikan oleh Presiden Joko Widodo terhadap PSI. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Kaesang setelah bertemu dengan ayahnya di Yogyakarta pada Sabtu (27/1).
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi bahkan menyempatkan diri bermain sepak bola bersama Kaesang di lapangan sepak bola Gamplong, Desa Gamplong, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menanggapi pernyataan Presiden yang menyebut bahwa anak bungsunya sering mengajaknya untuk mengampanyekan PSI, Kaesang menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo sibuk dengan berbagai kegiatan kepresidenan.
"Balik lagi ya, masalah waktu aja, 'kan beliau waktunya sibuk ya. Siapa tahu nanti mau cuti untuk kampanye, siapa tahu," ujar Kaesang.
Meskipun Presiden memberikan sinyal positif, Kaesang menegaskan bahwa pihaknya belum menerima kepastian resmi dari Presiden terkait kesediaannya untuk turut kampanye bersama PSI.
"La itu, belum tahu," katanya.
Baca Juga: Oesman Sapta Odang Sebut Presiden Seharusnya Tak Memihak: Dia Milik Rakyat Indonesia
Dalam kampanye akbar di Pontianak, Kaesang didampingi oleh Wakil Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, dan anggota Dewan Pembina PSI, Isyana Bagoes Oka.
Rangkaian kampanye akan terus dilanjutkan oleh Kaesang di sejumlah kota, termasuk Manado, Kupang, Malang, dan Kertajati, hingga Kamis (1/2). (Antara)
Berita Terkait
-
Oesman Sapta Odang Sebut Presiden Seharusnya Tak Memihak: Dia Milik Rakyat Indonesia
-
Satpol PP Pontianak Tertibkan Sekitar 400 Baliho Caleg yang Dipasang di Pohon
-
Jokowi Resmikan Pembangunan RSUP di IKN, Berharap Masyarakat Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Negeri
-
TKD: Prabowo-Gibran Lanjutkan IKN Demi Percepatan Pembangunan di Kalimantan
-
Ngaku Partner dengan Jokowi, Ganjar: Saya Tidak Mengkritik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Viral 'Cium Lutut' ke Dedi Mulyadi, 5 Fakta Krisantus Kurniawan, Politisi PDIP dan Harta Kekayaannya