SuaraKalbar.id - Seorang pria berinisial Z (30) menjadi korban pengeroyokan dan penikaman brutal usai berkaraoke di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Pontianak. Kejadian tragis ini terjadi pada 4 September 2024 sekitar pukul 02.00 WIB di kawasan Ambalat Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan.
Menurut Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Adhe Hariadi melalui Kasat Reskrim Kompol Antonius Trias Kuncorojati, kronologis kejadian dimulai ketika Z sedang berkaraoke dan tiba-tiba dibawa paksa oleh tiga laki-laki berinisial A, J, dan I ke kawasan Ambalat.
Di sana, mereka sudah menunggu dua tersangka lainnya, R dan S. Korban Z kemudian dikeroyok secara brutal hingga mengalami luka serius, termasuk penikaman oleh tersangka R.
"Korban Z dikeroyok oleh lima tersangka, di antaranya dua yang sudah ditangkap, yakni R dan S," ujar Kompol Trias Kuncorojati dalam konferensi pers pada Senin (16/9/24).
Motif dari pengeroyokan ini diduga karena ketidakpuasan para pelaku terhadap teman wanita yang mendampingi Z, seorang freelance LC, yang tidak dibayar sesuai perjanjian awal.
Awalnya disepakati Rp 500 ribu, namun hanya dibayar Rp 200 ribu. Selain itu, para pelaku juga menduga bahwa teman wanita tersebut telah dicampuri narkoba jenis inex.
"Saat ini, R dan S telah diamankan dan dijerat dengan pasal 170 ayat 3 KUHP, sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran intensif," tambah Trias.
Kepolisian Pontianak terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap tersangka lainnya dan mengungkap semua fakta terkait kejadian ini.
Baca Juga: Seorang Polisi jadi Korban Tabrak Lari saat Bubarkan Tawuran di Pontianak Utara
Berita Terkait
-
Seorang Polisi jadi Korban Tabrak Lari saat Bubarkan Tawuran di Pontianak Utara
-
Mandala Shoji Buka-bukaan soal Dituntut Hotel Golden Tulip Rp10 Miliar
-
Satpol PP Pontianak Razia Layangan, Pelanggar Terancam Denda Rp50 Juta
-
Harga Tomat di Pasar Flamboyan Meroket Akibat Cuaca Ekstrem
-
Jelang Maulid Nabi, Harga Bawang Merah di Pasar Flamboyan Pontianak Berpotensi Naik
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
7 Sepatu Lari yang Cocok untuk Cuaca Lembap dan Panas di Kalimantan Barat
-
Banjir Rendam Permukiman di Mandor Landak, 60 Rumah Warga Terdampak
-
2.253 Telur Penyu Gagal Diselundupkan ke Malaysia, Modus Pelaku Akhirnya Terbongkar
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Ribuan Ekstasi dari Jaringan Malaysia Dimusnahkan di Kalbar, Dua Pria Terancam Hukuman Mati