Scroll untuk membaca artikel
Bella
Selasa, 29 Oktober 2024 | 14:51 WIB
Keramba ikan nila hasil dari program Kampung Berseri Astra di Gang Durian, Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Suara.com/Maria)

"Dulu itu kami ada 10 orang yang aktif. Namun makin tahun, sekarang sisa 4 orang. Dulu ada anak muda, namun karena hasilnya memang tidak begitu besar dan sulit dibagi, mereka mencari pekerjaan lain," kata Juanda dengan nada pasrah.

Ia menjelaskan bahwa modal awal banyak terserap untuk membangun 4 unit tambak dengan ukuran masing-masing 4x4 meter, dan masalah utama mereka adalah biaya pakan ikan.

Penasaran dengan bentuk tambak yang dikelola, saya diantar Juanda berjalan ke ujung gang untuk melihatnya. Obrolan kembali kami lanjutkan di depan posko penjagaan yang tepat di bangun di depan kerambak ikan tersebut.

Keramba Ikan Nila dari Program Kampung Berseri Astra di Gang Durian, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Suara.com/Maria)

"Meskipun hanya pas-pasan, usahanya masih tetap kami jalankan sampai sekarang. Namun memang yang berat itu dari pakan ikan," ujarnya.

Baca Juga: 31 Unit Damkar Dikerahkan, Api Lahap 5 Ruko di Sungai Raya!

Juanda tak banyak mengeluh, namun memang berulang-ulang mengucapkan yang menjadi masalah adalah terkait pakan ikan. Bagaimana tidak, ikan nila dengan total sekitar 4000 ekor dengan berbagai jenis ukuran mulai dari bibit hinggaseberat 4-5 kilogram per ekor, menghabiskan 50 kg pakan dalam seminggu.

"Satu karung pakan ikan seberat 50 kg itu, habis dalam seminggu. Itu saja sudah kita coba kurangi dari sebelumnya. Sedangnya satu karung biayanya itu Rp 400 ribu-an. Sebulan kira-kira Rp 1.6 juta hanya untuk pakan," terangnya.

Sedangkan untuk panen, membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan dengan harga jual Rp 30 ribu per kilo ikannya. Berbicara soal bagi hasil, Juanda tersenyum.

"Tidak ada bagi hasil. Memang hasil jual yang didapatkan itu tidak kita bagi. Kita kumpulkan ke kas kembali dan hasilnya buat kita putarkan ke pakan ikan lagi. Jadi kami sama sekali tidak ada hasil dalam bentuk uang untuk dibagikan," ujarnya.

Hal ini membuat saya paham mengapa akhirnya sejumlah anggota memutuskan untuk mengundurkan diri menjadi bagian dari program yang harusnya berkelanjutan ini.

Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Jalur Lintas Provinsi di Kalbar, Ketinggian Air Capai Paha Orang Dewasa

Saat masih asik berbincang, seorang pria muncul dengan seragam kerja yang menandakan ia baru saja pulang dari pekerjaannya. Melihat itu, Juanda sigap memanggil pria yang akrab disapa Boy tersebut.

Load More