SuaraKalbar.id - Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi, yang dikenal juga sebagai Gereja Ayam Jago, di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, resmi ditetapkan sebagai cagar budaya. Penetapan ini menambah daftar cagar budaya yang ada di Kota Singkawang.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang, Filicity, mengonfirmasi hal tersebut. "Benar, Gereja Katolik St Fransiskus Asisi Singkawang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sehingga gereja ini sudah mempunyai legalitas hukum sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya," ungkap Filicity pada Rabu (1/8).
Penetapan ini dilatarbelakangi oleh usia gereja yang sudah mencapai 98 tahun dan belum pernah mengalami pemugaran. Sebelumnya, gereja ini termasuk dalam kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dan telah terdaftar di Registrasi Nasional Dapobud dengan nomor 400.6.2/311/DN-01.BUD tahun 2024. Kini, status gereja tersebut resmi ditingkatkan menjadi Cagar Budaya (CB).
Gereja Katolik St Fransiskus Asisi memiliki beberapa aspek penting yang mendukung penetapannya sebagai cagar budaya. Pertama, nilai sejarahnya yang mencerminkan perkembangan agama Katolik di Kota Singkawang sejak masa kolonial. Gereja ini merupakan salah satu simbol sejarah persebaran misi Katolik di Kalimantan Barat.
Kedua, usia bangunan yang sudah hampir mencapai satu abad menjadi pertimbangan utama dalam penetapannya sebagai cagar budaya. Ketiga, arsitektur bersejarah gereja yang unik, mencerminkan gaya bangunan kolonial yang bercampur dengan unsur lokal, menambah nilai penting sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan.
Keempat, peran sosial dan budaya gereja ini dalam kehidupan masyarakat Singkawang. Selain sebagai tempat ibadah, gereja ini memiliki peran penting dalam mempromosikan keberagaman budaya dan religius di kota tersebut. Kelima, keaslian dan kelestarian bangunan yang masih terjaga, menunjukkan betapa berharganya gereja ini sebagai peninggalan masa lalu.
Keenam, nilai spiritualitas yang tinggi bagi umat Katolik di Singkawang dan sekitarnya menambah alasan kuat untuk menetapkan gereja ini sebagai cagar budaya. Keberadaan gereja ini tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah, tetapi juga nilai spiritual yang mendalam.
Dengan penetapan ini, Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Singkawang semakin mendapat perhatian dalam upaya pelestarian warisan budaya, menambah jumlah cagar budaya di Kota Singkawang dan memperkaya sejarah serta budaya lokal.
Baca Juga: Warga Singkawang Diimbau Tetap Waspada Banjir Susulan
Berita Terkait
-
Warga Singkawang Diimbau Tetap Waspada Banjir Susulan
-
Banjir Kepung 4 Kecamatan di Singkawang, Warga Tak Bisa Berdagang!
-
Tjhai Chui Mie-Muhammadin Raih Suara Terbanyak dalam Pilwako Singkawang 2024
-
Jual Pacar via MiChat, Pria di Singkawang Ditangkap Polisi
-
Anggota DPRD Singkawang Tersangka Kasus Pencabulan Anak Dijemput Paksa di Pontianak
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Target Transaksi UMKM Rp1,75 Miliar di Gawe Dayak Singkawang, Mampukah Tercapai?
-
BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan kepada Non Muslim? Ini Penjelasan Ulama yang Menyejukkan
-
Kasus 3 Ons Sabu Gegerkan Ketapang, Tiga Oknum Polisi Kini Diperiksa
-
Keributan Sesama Pria Asal Brunei di Blok M Berujung Maut, Satu Orang Tewas