SuaraKalbar.id - Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Adisucipto, tepatnya di depan gudang kaca, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, pada Selasa (14/1/2025) sekitar pukul 18.30 WIB. Seorang pengendara motor, Uray Hendrik (61), warga Kecamatan Kakap, meninggal dunia setelah terlindas oleh Mixer Truck Mega Mix yang bersenggolan dengan sepeda engkol.
Penyelidikan Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya mengungkapkan bahwa kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan, yaitu Mixer Truck Mega Mix dengan nomor polisi KB 8161 AV yang dikemudikan oleh Joni Susanto, sepeda motor KB 5316 OQ yang dikendarai oleh Uray Hendrik (korban), dan sepeda engkol yang dikendarai oleh Marjono.
Kasat Lantas Polres Kubu Raya, AKP Supriyanto, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika Uray Hendrik melaju dari arah Simpang Lampu Merah Brimob menuju Kuala Dua. Di depan gudang kaca, sepeda motor korban bersenggolan dengan sepeda engkol yang dikendarai Marjono.
"Akibat senggolan tersebut, Marjono terjatuh ke sisi kiri jalan, sementara Uray Hendrik terjatuh ke sisi kanan. Pada saat bersamaan, Mixer Truck Mega Mix yang dikemudikan Joni Susanto melaju dari arah Makam Pahlawan menuju Simpang Brimob, karena jarak terlalu dekat, pengemudi Mixer Truck Mega Mix tidak sempat menghindar dan menabrak korban," ujar Ade, Rabu (15/1).
Benturan keras menyebabkan sepeda motor korban masuk ke kolong Mixer Truck Mega Mix, yang mengakibatkan Uray Hendrik meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazahnya telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk pemakaman.
Ade menambahkan bahwa kecelakaan ini diduga terjadi akibat kurangnya konsentrasi korban saat mengendarai sepeda motor, yang menyebabkan korban bersenggolan dengan sepeda engkol sebelum terjatuh dan mengalami kecelakaan fatal.
"Korban tidak fokus sehingga menyenggol sepeda engkol, yang akhirnya senggolan tersebut memicu kecelakaan fatal tersebut, untuk pengendara sepeda engkol mengalami luka ringan," ungkap Ade.
Polres Kubu Raya telah mengamankan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Kami dari Polres Kubu Raya menghimbau pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, dan beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk di tempat yang aman. Hal ini sangat penting untuk mencegah kecelakaan serupa," tegas Ade.
Baca Juga: Dari Kampung Beting ke Sungai Ambawang: Jejak Peredaran Sabu yang Dibongkar Polres Kubu Raya
Berita Terkait
-
Dari Kampung Beting ke Sungai Ambawang: Jejak Peredaran Sabu yang Dibongkar Polres Kubu Raya
-
Menkes Budi Gunadi Tinjau Kesiapan Program Cek Kesehatan Gratis di Kubu Raya
-
Truk Pengangkut Kayu Alami Rem Blong, Tabrak 3 Motor di Kubu Raya
-
Warga Kubu Raya Buka Paksa Penutup Jalan Siaga, Diduga Ditutup Sepihak
-
Nelayan Ditemukan Meninggal di Kapal Motor Air di Sungai Kakap
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Hunian, Kendaraan, dan Liburan Impian
-
Mengapa Anak di Bawah Umur Masih Bisa Masuk Tempat Hiburan Malam di Pontianak?
-
Kedepankan Pendekatan Advisory, BRI Raih Global Private Banking Innovation Awards 2026
-
BRI Catat Pertumbuhan 29,4%, Registrasi BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
-
11 Tahun Teras Kapal BRI, Hadirkan Layanan Perbankan Hingga Pulau Terluar