- BMKG Kalbar mengeluarkan peringatan dini cuaca kompleks pada periode 6 hingga 12 April 2026 di wilayah Kalimantan Barat.
- Terdapat risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah tertentu yang curah hujannya rendah antara 7 hingga 9 April.
- Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan, transportasi, dan stabilitas ekonomi daerah.
SuaraKalbar.id - Minggu ini bukan sekadar soal hujan.
Di balik langit yang diprediksi masih akan mengguyur Kalimantan Barat, ada ancaman lain yang justru berlawanan—kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa muncul di waktu bersamaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar resmi mengeluarkan peringatan untuk periode 6 hingga 12 April 2026. Masyarakat diminta tidak lengah, karena kondisi cuaca dinilai cukup kompleks.
BMKG memprakirakan sebagian wilayah Kalimantan Barat masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang dalam sepekan ke depan.
Namun, hujan ini tidak turun merata di semua wilayah.
Di beberapa daerah, curah hujan justru relatif rendah—dan inilah yang membuka celah munculnya ancaman lain.
Karhutla Mengintai di Tengah Cuaca “Setengah Basah”
Yang perlu diwaspadai bukan hanya hujan, tetapi juga periode rawan kebakaran hutan dan lahan. BMKG menyebut potensi karhutla diperkirakan terjadi pada 7 hingga 9 April 2026.
Artinya, dalam satu pekan yang sama, Kalimantan Barat menghadapi dua kondisi ekstrem yakni sebagian wilayah berpotensi hujan dan sebagian lainnya justru rawan terbakar.
Baca Juga: Saat Anggaran Diminta Hemat, Pejabat Kalbar Mau Retreat ke Luar Daerah: Apa Urgensinya?
Fenomena ini bukan hal biasa—dan bisa berdampak serius jika tidak diantisipasi sejak dini.
Kondisi ini biasanya terjadi saat distribusi hujan tidak merata.
Ada wilayah yang masih cukup basah, sementara wilayah lain mulai mengering. Kombinasi ini membuat:
- Lahan kering mudah terbakar
- Titik panas lebih cepat muncul
- Api lebih sulit dikendalikan jika sudah terjadi
Di sisi lain, hujan yang turun tidak selalu cukup untuk memadamkan potensi kebakaran.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam aktivitas yang berpotensi memicu api.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Berita Terkait
-
Saat Anggaran Diminta Hemat, Pejabat Kalbar Mau Retreat ke Luar Daerah: Apa Urgensinya?
-
Di Balik Dorongan Ekspor Arwana Kalbar, Kendala Perizinan dan Regulasi Masih Membayangi
-
Waspada! Potensi Hujan Sedang di Kalbar Hingga Akhir Maret 2026
-
Perdagangan 1,38 Kg Sisik Trenggiling di Sintang Kalbar Dibongkar
-
BMKG Kalbar Peringatkan Hujan Sedang dan Potensi Karhutla 4-8 Maret 2026
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap
-
BRI Peduli Siapkan 500 Volunteer Dari Program "Yok Kita Gas", Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
Lewat PELOPOR 2026, BRI Perluas Agen Perubahan Budaya Antikorupsi
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?
-
Karhutla Belum Usai, Warga Kubu Raya Andalkan Hujan hingga Beli Air untuk Minum