Wakos Reza Gautama
Kamis, 23 April 2026 | 14:07 WIB
Women in Construction Projects Kawasan Industri Pulau Penebang (KiPP) Harita Group. [ist]
Baca 10 detik
  • Harita Group memperkenalkan dua perempuan profesional, Ridha Anjani dan Putri Nurul, sebagai garda depan keselamatan kerja di KIPP.
  • Ridha Anjani menjabat sebagai Foreman OHS Construction yang bertanggung jawab memastikan standar keselamatan ketat di area Power Plant.
  • Putri Nurul bertugas sebagai Foreman OHS Marine di area Jetty untuk mengawasi operasional dan keselamatan di sektor kelautan.

SuaraKalbar.id - Di balik deru mesin konstruksi dan debu yang membumbung di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), ada pemandangan yang tak biasa namun menggetarkan.

Di tengah dominasi kaum adam, tampak dua sosok perempuan berdiri tegak dengan perlengkapan keselamatan lengkap. Mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan garda terdepan penjaga nyawa di salah satu proyek paling strategis negeri ini.

Harita Group memperkenalkan Ridha Anjani dan Putri Nurul, dua potret profesionalisme yang membuktikan bahwa ketangguhan tidak mengenal gender.

Ridha Anjani, seorang Foreman OHS Construction, adalah sosok di balik ketatnya standar keselamatan di area pembangunan Power Plant.

Sebagai seorang ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), setiap jengkal konstruksi adalah tanggung jawabnya. Ia memastikan ribuan pekerja pulang dengan selamat setiap harinya, sebuah tugas berat yang menuntut ketelitian tanpa celah.

Sementara itu, di sisi lain pulau yang berbatasan langsung dengan ombak, Putri Nurul berdiri sebagai Foreman OHS Marine.

Berbekal keahlian di bidang Nautika dan Marine Engineering, Putri mengomandoi keselamatan operasional di area Jetty. Di sana, tantangan bukan hanya soal teknis, tapi juga soal menaklukkan keganasan alam laut.

Apa yang membuat kehadiran mereka berbeda? Di dunia HSE yang seringkali kaku dengan aturan, Ridha dan Putri membawa perspektif baru yaitu pendekatan hati. Mereka tak hanya sekadar menegur, tapi berkomunikasi. Mereka tidak hanya mengawasi, tapi peduli.

Pendekatan yang komunikatif dan teliti ini terbukti ampuh melunakkan ego para pekerja lapangan yang keras.

Baca Juga: Emas Putih Pulau Penebang: Motor Baru Penggerak Kesejahteraan di Kayong Utara

Load More