- Harita Group memperkenalkan dua perempuan profesional, Ridha Anjani dan Putri Nurul, sebagai garda depan keselamatan kerja di KIPP.
- Ridha Anjani menjabat sebagai Foreman OHS Construction yang bertanggung jawab memastikan standar keselamatan ketat di area Power Plant.
- Putri Nurul bertugas sebagai Foreman OHS Marine di area Jetty untuk mengawasi operasional dan keselamatan di sektor kelautan.
SuaraKalbar.id - Di balik deru mesin konstruksi dan debu yang membumbung di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), ada pemandangan yang tak biasa namun menggetarkan.
Di tengah dominasi kaum adam, tampak dua sosok perempuan berdiri tegak dengan perlengkapan keselamatan lengkap. Mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan garda terdepan penjaga nyawa di salah satu proyek paling strategis negeri ini.
Harita Group memperkenalkan Ridha Anjani dan Putri Nurul, dua potret profesionalisme yang membuktikan bahwa ketangguhan tidak mengenal gender.
Ridha Anjani, seorang Foreman OHS Construction, adalah sosok di balik ketatnya standar keselamatan di area pembangunan Power Plant.
Sebagai seorang ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), setiap jengkal konstruksi adalah tanggung jawabnya. Ia memastikan ribuan pekerja pulang dengan selamat setiap harinya, sebuah tugas berat yang menuntut ketelitian tanpa celah.
Sementara itu, di sisi lain pulau yang berbatasan langsung dengan ombak, Putri Nurul berdiri sebagai Foreman OHS Marine.
Berbekal keahlian di bidang Nautika dan Marine Engineering, Putri mengomandoi keselamatan operasional di area Jetty. Di sana, tantangan bukan hanya soal teknis, tapi juga soal menaklukkan keganasan alam laut.
Apa yang membuat kehadiran mereka berbeda? Di dunia HSE yang seringkali kaku dengan aturan, Ridha dan Putri membawa perspektif baru yaitu pendekatan hati. Mereka tak hanya sekadar menegur, tapi berkomunikasi. Mereka tidak hanya mengawasi, tapi peduli.
Pendekatan yang komunikatif dan teliti ini terbukti ampuh melunakkan ego para pekerja lapangan yang keras.
Baca Juga: Emas Putih Pulau Penebang: Motor Baru Penggerak Kesejahteraan di Kayong Utara
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Di Balik Megahnya Kawasan Industri Pulau Penebang Ada 2 Perempuan Tangguh Menaklukkan Risiko Tinggi
-
Emas Putih Pulau Penebang: Motor Baru Penggerak Kesejahteraan di Kayong Utara
-
Sudah Lunas Rp54 Juta, Jemaah Haji Kalbar Masih Dibebani Biaya Tambahan Rp7,1 Juta
-
7 SD Swasta Favorit di Pontianak untuk PPDB 2026, Lengkap dengan Estimasi Biaya dan Keunggulannya
-
38 Ton Pinang Asal Kubu Raya Diekspor ke Bangladesh, Tapi Apa Khasiat dan Risikonya?