- AJI Pontianak menyoroti rendahnya kesejahteraan pekerja media berupa upah minim dan PHK sepihak saat Hari Buruh Internasional.
- Kondisi ekonomi yang tidak pasti mengancam independensi jurnalis serta kualitas fungsi pers sebagai pilar utama dalam demokrasi.
- AJI mendesak perusahaan dan regulator memperbaiki ekosistem kerja dengan memenuhi standar upah layak serta perlindungan bagi jurnalis.
SuaraKalbar.id - Pada momentum Hari Buruh Internasional, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak menyoroti kondisi pekerja media yang dinilai masih jauh dari sejahtera. Di balik derasnya arus informasi, jurnalis disebut masih menghadapi persoalan klasik seperti upah rendah, pemotongan gaji, hingga pemutusan hubungan kerja sepihak.
Ketua AJI Pontianak, Aldy Rivai, menegaskan bahwa kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas jurnalisme. “Ketika kesejahteraan tidak terpenuhi, independensi dan profesionalisme bisa ikut terdampak,” ujarnya.
Di tengah tekanan industri akibat disrupsi digital, banyak perusahaan media melakukan efisiensi yang kerap berimbas pada pekerja. Situasi ini menempatkan jurnalis pada posisi sulit: menjaga integritas di tengah ketidakpastian ekonomi.
AJI menilai persoalan tersebut bukan hanya isu ketenagakerjaan, tetapi juga menyangkut kualitas demokrasi. Kesejahteraan pekerja media yang rendah dinilai berpotensi melemahkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.
Melalui May Day, AJI Pontianak mendorong perbaikan ekosistem media, mulai dari pemenuhan upah layak, penghentian PHK sepihak, hingga perlindungan kerja yang lebih kuat.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas pers tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan para pekerjanya.
Melalui momentum May Day, AJI Pontianak mendorong adanya perbaikan menyeluruh dalam ekosistem kerja di industri media. Beberapa poin yang disoroti antara lain pemenuhan standar upah layak bagi pekerja media, penghentian praktik PHK sepihak, transparansi dalam kebijakan perusahaan dan peningkatan perlindungan kerja.
AJI juga menekankan pentingnya komitmen bersama, baik dari perusahaan media, regulator, maupun publik untuk menjaga kualitas jurnalisme melalui kesejahteraan pekerjanya.
Baca Juga: Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, Benarkah Masalah Sampah di Pontianak Sudah Selesai?
Tag
Berita Terkait
-
Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
-
Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, Benarkah Masalah Sampah di Pontianak Sudah Selesai?
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
7 Alasan Orang Pontianak Betah Nongkrong di Warkop Seharian, Tradisi yang Bikin Pendatang Kaget
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Emas, Aktivasi 50 Nasabah Raih 1 Gram
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG
-
BRI Bikin Investasi Emas Makin Mudah dengan Fitur Toggle di BRImo
-
Perkuat Wealth Management, BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
-
Rakerwil ICDN Kalbar, Cendekiawan Dayak Didorong Jadi Aktor Utama Pembangunan