- Perempuan Dayak di pedalaman Kalimantan menjaga rambut hitam alami menggunakan ramuan akar kayu hutan secara turun-temurun sejak remaja.
- Ritual perawatan tradisional tersebut kini menarik perhatian publik karena dianggap lebih alami dibandingkan produk perawatan rambut kimia modern.
- Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati karena penggunaan bahan alami tradisional tetap memerlukan pengetahuan tepat untuk keamanan kulit.
SuaraKalbar.id - Rambut panjang, hitam pekat, dan tampak berkilau alami sering menjadi ciri khas perempuan Dayak di pedalaman Kalimantan. Bukan sekadar faktor genetik, banyak perempuan suku Dayak ternyata masih mempertahankan tradisi perawatan rambut turun-temurun menggunakan bahan alami dari hutan.
Salah satu yang paling sering disebut adalah penggunaan akar kayu tertentu yang dipercaya membantu menjaga kekuatan rambut, mengurangi kerontokan, hingga membuat rambut tampak lebih gelap alami.
Di tengah tren hair treatment modern dan mahal di kota besar seperti Jakarta, tradisi perempuan Dayak justru mulai menarik perhatian karena dianggap lebih alami dan minim bahan kimia.
Di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, perempuan Dayak sejak dulu mengenal ramuan rambut berbahan akar-akaran hutan. Biasanya akar kayu direbus terlebih dahulu, lalu air rebusannya digunakan untuk membilas rambut setelah keramas. Beberapa keluarga juga mencampurnya dengan daun tertentu atau minyak alami hasil olahan sediri.
Tradisi ini diwariskan dari ibu kepada anak perempuan mereka sejak usia remaja.
Bagi masyarakat Dayak, rambut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga simbol perawatan diri dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Mengapa Rambut Wanita Dayak Sering Tampak Lebih Hitam?
Banyak orang yang pernah berkunjung ke pedalaman Kalimantan mengaku kagum melihat rambut perempuan Dayak yang tampak tebal dan gelap alami meski jarang terkena produk styling modern.
Salah satu faktor yang diyakini berpengaruh adalah minimnya penggunaan bahan kimia keras seperti bleaching atau cat rambut.
Baca Juga: Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman
Selain itu, penggunaan bahan alami dipercaya membantu menjaga kelembapan kulit kepala.
Beberapa akar kayu tradisional juga diyakini mengandung senyawa alami yang membantu menjaga kekuatan helai rambut.
Meski demikian, manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut karena sebagian besar pengetahuan ini diwariskan secara tradisional.
Belakangan, tren kembali ke bahan alami membuat banyak orang penasaran dengan rahasia kecantikan tradisional dari berbagai daerah Indonesia, termasuk Kalimantan. Di media sosial, tidak sedikit konten yang membahas ritual perawatan perempuan Dayak mulai viral.
Bahkan ada warganet yang menyebut rambut perempuan Dayak “lebih sehat daripada hasil treatment mahal di kota besar seperti di Jakarta.
Fenomena ini membuat banyak orang mulai melirik kembali kekayaan tanaman herbal Nusantara yang selama ini kurang dikenal luas.
Berita Terkait
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
-
Rp170 Miliar Uang Negara Kasus Bauksit Diselamatkan, Tapi Kejati Kalbar Belum Tetapkan Tersangka
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah