Tasmalinda
Kamis, 07 Mei 2026 | 18:11 WIB
Rahasia rambut hitam berkilau wanita dayak
Baca 10 detik
  • Perempuan Dayak di pedalaman Kalimantan menjaga rambut hitam alami menggunakan ramuan akar kayu hutan secara turun-temurun sejak remaja.
  • Ritual perawatan tradisional tersebut kini menarik perhatian publik karena dianggap lebih alami dibandingkan produk perawatan rambut kimia modern.
  • Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati karena penggunaan bahan alami tradisional tetap memerlukan pengetahuan tepat untuk keamanan kulit.

SuaraKalbar.id - Rambut panjang, hitam pekat, dan tampak berkilau alami sering menjadi ciri khas perempuan Dayak di pedalaman Kalimantan. Bukan sekadar faktor genetik, banyak perempuan suku Dayak ternyata masih mempertahankan tradisi perawatan rambut turun-temurun menggunakan bahan alami dari hutan.

Salah satu yang paling sering disebut adalah penggunaan akar kayu tertentu yang dipercaya membantu menjaga kekuatan rambut, mengurangi kerontokan, hingga membuat rambut tampak lebih gelap alami.

Di tengah tren hair treatment modern dan mahal di kota besar seperti Jakarta, tradisi perempuan Dayak justru mulai menarik perhatian karena dianggap lebih alami dan minim bahan kimia.

Tradisi Lama yang Masih Bertahan di Pedalaman Kalimantan
Di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, perempuan Dayak sejak dulu mengenal ramuan rambut berbahan akar-akaran hutan.

Biasanya akar kayu direbus terlebih dahulu, lalu air rebusannya digunakan untuk membilas rambut setelah keramas. Beberapa keluarga juga mencampurnya dengan daun tertentu atau minyak alami hasil olahan sediri.

Tradisi ini diwariskan dari ibu kepada anak perempuan mereka sejak usia remaja.

Bagi masyarakat Dayak, rambut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga simbol perawatan diri dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Mengapa Rambut Wanita Dayak Sering Tampak Lebih Hitam?

Banyak orang yang pernah berkunjung ke pedalaman Kalimantan mengaku kagum melihat rambut perempuan Dayak yang tampak tebal dan gelap alami meski jarang terkena produk styling modern.

Baca Juga: Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman

Salah satu faktor yang diyakini berpengaruh adalah minimnya penggunaan bahan kimia keras seperti bleaching atau cat rambut.

Selain itu, penggunaan bahan alami dipercaya membantu menjaga kelembapan kulit kepala.

Beberapa akar kayu tradisional juga diyakini mengandung senyawa alami yang membantu menjaga kekuatan helai rambut.

Meski demikian, manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut karena sebagian besar pengetahuan ini diwariskan secara tradisional.

Belakangan, tren kembali ke bahan alami membuat banyak orang penasaran dengan rahasia kecantikan tradisional dari berbagai daerah Indonesia, termasuk Kalimantan. Di media sosial, tidak sedikit konten yang membahas ritual perawatan perempuan Dayak mulai viral.

Bahkan ada warganet yang menyebut rambut perempuan Dayak “lebih sehat daripada hasil treatment mahal di kota besar seperti di Jakarta.

Load More