- Perempuan Dayak di pedalaman Kalimantan menjaga rambut hitam alami menggunakan ramuan akar kayu hutan secara turun-temurun sejak remaja.
- Ritual perawatan tradisional tersebut kini menarik perhatian publik karena dianggap lebih alami dibandingkan produk perawatan rambut kimia modern.
- Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati karena penggunaan bahan alami tradisional tetap memerlukan pengetahuan tepat untuk keamanan kulit.
Meski terdengar menarik, penggunaan akar kayu tradisional tidak boleh dilakukan sembarangan. Beberapa tanaman hutan memiliki kandungan yang belum tentu aman untuk semua jenis kulit kepala.
Karena itu, masyarakat lokal biasanya memahami jenis akar tertentu yang memang sudah digunakan turun-temurun.
Ahli kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati mencoba ramuan tradisional tanpa pengetahuan yang jelas.
Terutama jika memiliki riwayat alergi kulit atau masalah kesehatan tertentu. Di tengah dominasi produk kecantikan modern, kisah perawatan rambut perempuan Dayak menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki banyak warisan tradisional yang belum sepenuhnya dikenal.
Bukan tidak mungkin, rahasia dari pedalaman Kalimantan yang dulu dianggap biasa saja justru menjadi tren kecantikan alami masa depan.
Sebab bagi sebagian perempuan Dayak, rambut hitam berkilau bukan soal mengikuti tren salon mahal, melainkan menjaga kebiasaan yang diwariskan sejak generasi lama.
Berita Terkait
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
-
Rp170 Miliar Uang Negara Kasus Bauksit Diselamatkan, Tapi Kejati Kalbar Belum Tetapkan Tersangka
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah